Indonesia punya target besar: jadi negara maju pada 2045. Tapi, ada satu jebakan yang mesti dihindari, yaitu middle income trap. Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, jalan keluarnya terletak pada satu hal: membangun kelembagaan ekosistem inovasi di daerah. Itu syarat mutlak, tegasnya.
Optimisme itu ia sampaikan meski sadar betul banyak daerah masih terkendala kapasitas fiskal. Namun begitu, Bima yakin inovasi yang terstruktur dan berkelanjutan bakal membuka ruang pertumbuhan baru. Bahkan, ini jadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen sekaligus memanfaatkan bonus demografi dengan optimal.
"Tugas kita sekalian adalah membangun ekosistem inovasi," ujar Bima.
"Kepala daerah berganti, bupati pensiun, gubernur selesai, tapi inovasi sudah menjadi bagian dari kelembagaan atau terbangunnya ekosistem inovasi. Bicara ekosistem inovasi di situ ada riset, di situ ada regulasi, di situ ada pelembagaan, di situ ada aktor-aktor dan di situ ada pendanaan."
Pernyataan itu disampaikannya di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (24/2/2026), dalam acara rilis Indeks Daya Saing Daerah 2025.
Di sisi lain, Bima menyayangkan sebuah pola yang kerap terjadi. Inovasi kadang hanya dijalankan untuk meraih penghargaan, lalu padam begitu saja. Ia mendorong pemerintah daerah untuk beranjak dari kolaborasi biasa menuju pendekatan co-creation. Artinya, semua pemangku kepentingan dilibatkan sejak awal perencanaan.
Artikel Terkait
PAN Dorong Jusuf Kalla Sampaikan Kritik Langsung ke Prabowo
Dubes Pakistan: Kepemimpinan Indonesia Bawa Masa Depan Cerah bagi Kelompok D-8
Sekjen D-8: Pakistan, Turki, dan Mesir Jadi Penengah Krusial Antara Iran dan AS
Pemerintah Serahkan Rp31,3 Triliun Hasil Penertiban Kawasan Hutan