Gunung Rinjani Dibuka Kembali 28 Maret 2026 dengan Sistem Keamanan Baru

- Selasa, 24 Februari 2026 | 06:45 WIB
Gunung Rinjani Dibuka Kembali 28 Maret 2026 dengan Sistem Keamanan Baru

Ia menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara Balai TNGR, pemprov, pemkab, dan masyarakat lokal. Koordinasi ini vital, terutama untuk urusan keselamatan pendaki dan pelestarian alam. Iqbal lalu mengingatkan soal insiden kecelakaan wisatawan beberapa waktu lalu. Kejadian itu, katanya, menunjukkan betapa rumitnya penanganannya dan membutuhkan kerja sama banyak pihak, termasuk dalam operasi vertical rescue.

“Gunung Rinjani sebagai simbol kehidupan masyarakat. Kami berharap inovasi Balai TNGR dalam tata kelola lingkungan dan pariwisata segera diwujudkan,” tambahnya.

Sebelum ditutup, Rinjani sebenarnya punya catatan kinerja yang cukup mentereng. Sepanjang 2025, kawasan ini menyumbang PNBP hingga Rp25,92 miliar. Bahkan, perputaran uang yang ditimbulkannya mencapai angka fantastis: Rp182,05 miliar.

Dari sisi kunjungan, tercatat 80.214 orang mendaki tahun lalu. Jumlah ini didominasi wisatawan asing (43.236 orang), disusul wisatawan domestik (36.978 orang). Sementara untuk wisatawan yang hanya berkunjung tanpa mendaki, angkanya mencapai 52.108 orang, dengan mayoritas besar adalah pelancong dalam negeri.

Jadi, tunggu saja. Jika tidak ada aral melintang, akhir Maret tahun depan Rinjani siap kembali memberikan pengalaman tak terlupakan dengan standar keamanan dan kelestarian yang jauh lebih baik.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar