Bank Mandiri kembali menunjukkan perannya. Bukan sekadar sebagai lembaga keuangan, tapi juga sebagai bagian aktif dari upaya pemulihan pascabencana. Kali ini, kolaborasi dilakukan dengan Kementerian Pertahanan untuk membangun lima jembatan bailey di wilayah Sumatera yang terisolasi akibat banjir dan longsor.
Jembatan-jembatan ini diharapkan bisa menjadi solusi sementara yang efektif. Sebelum infrastruktur permanen dibangun, setidaknya konektivitas wilayah yang putus bisa segera dipulihkan.
Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, inisiatif ini adalah dukungan nyata sebagai mitra strategis pemerintah. Tujuannya jelas: mempercepat penanganan dampak bencana dan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.
Ujarnya dalam keterangan resmi pada Sabtu lalu. Riduan menegaskan, pemilihan jembatan tipe bailey bukan tanpa alasan. Karakteristiknya yang adaptif, mudah dipasang, dan bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan di lapangan, jadi pertimbangan utama.
Di sisi lain, upaya Bank Mandiri sebenarnya sudah berjalan sejak lama. Bayangkan saja, sejak akhir November hingga pertengahan Desember tahun lalu, mereka telah menyalurkan lebih dari 288 ribu paket bantuan. Isinya beragam, mulai dari sembako, obat-obatan, hingga keperluan khusus wanita dan balita. Bantuan seperti genset, air bersih, dan pakaian layak pakai juga terus mengalir ke daerah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Artikel Terkait
Kudeta di Caracas: Maduro Diborgol dan Diterbangkan ke New York
Mees Hilgers Siap Tinggalkan FC Twente, Kontrak Tak Diperpanjang
Vietnam Pacu Proyek Kereta Cepat Rp1.100 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi
Saudi Undang Seluruh Pihak untuk Bahas Masa Depan Yaman Selatan