Nah, di sinilah ancaman Smotrich makin keras. "Militer Israel pasti akan masuk dan menduduki Gaza kalau Hamas tidak bubar dengan sendirinya," tegasnya.
Tentang cara eksekusinya, dia mengaku belum punya satu jawaban pasti. "Saat ini ada dua atau tiga alternatif yang sedang kami pertimbangkan," ucap Smotrich, tanpa mau merinci lebih jauh.
Rencana perdamaian dari Presiden AS Donald Trump juga ikut memengaruhi dinamika. Rencana itu mengusung pembentukan pasukan penjaga perdamaian internasional Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) berkekuatan 20.000 personel. Beberapa negara disebut sudah berkomitmen mengirimkan kontingen.
Lantas, bagaimana operasi militer Israel bisa berjalan jika ada pasukan asing di lapangan? Menurut Smotrich, justru kehadiran pasukan asing itu akan membuat Hamas cepat mundur. "Mereka akan minggir dan membiarkan kami masuk. Ini semua sudah dikoordinasikan dengan Amerika," paparnya.
Tapi dia menyelipkan komentar sinis tentang pasukan internasional itu. "Ngomong-ngomong, saya belum melihat mereka masuk secepat yang dibayangkan," tambahnya mengenai ISF.
Suasana tegang masih menyelimuti wilayah itu. Ultimatum yang disebut-sebut tinggal menunggu hari itu bisa menjadi titik balik atau justru memicu babak konflik yang lebih panas lagi.
Artikel Terkait
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Haji
Bhayangkara FC Waspadai Persijap Jepara Meski dalam Momentum Positif
Polda Sumsel Bedah Rumah Warga Kurang Mampu dalam Rangka Hari Bhayangkara
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar SIM Keliling di Lima Titik Jakarta