Perpindahan kekuasaan di Raqa sendiri baru terjadi bulan lalu. Pemerintah Suriah berhasil merebutnya dari tangan pasukan Kurdi yang didukung AS. Kelompok Kurdi itu sebelumnya adalah ujung tombak pertempuran melawan ISIS, sebelum kelompok militan itu akhirnya kalah secara teritorial pada 2019. Irak bahkan sudah lebih dulu mengklaim kemenangan serupa.
Di sisi lain, peta politik di Damaskus sendiri telah berubah. Sejak menggulingkan Bashar al-Assad di akhir 2024, pemerintahan baru Suriah yang punya hubungan historis dengan jaringan Al-Qaeda telah berusaha keras menghapus citra radikal mereka. Mereka berupaya tampil lebih moderat.
Upaya itu salah satunya diwujudkan dengan bergabungnya Suriah ke dalam koalisi internasional pimpinan AS untuk melawan ISIS tahun lalu. Sejak itu, ada koordinasi serangan terhadap sisa-sisa kelompok tersebut di dalam negeri. Namun, serangan di Raqa ini membuktikan bahwa ancaman itu masih nyata dan hidup.
Artikel Terkait
Empat Pelaku Penipuan Mengatasnamakan Pimpinan KPK Ditangkap di Jakarta
Dari Limbah Gula Merah Bone, Dainichi Kuasai 90% Pasar Indonesia Timur
Harga Plastik Melonjak Drastis, UMKM Makanan dan Minuman Tertekan
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang