Ledakan kekerasan kembali terjadi di Raqa, kota di utara Suriah yang tak henti-hentinya dilanda konflik. Kali ini, empat anggota pasukan keamanan pemerintah tewas dalam sebuah serangan yang diklaim dilakukan oleh kelompok Negara Islam atau ISIS. Serangan ini terjadi di wilayah yang baru-baru ini direbut oleh pasukan Damaskus dari kendali milisi Kurdi.
Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Suriah, insiden berdarah itu adalah yang kedua dalam dua hari terakhir. Serangan ini seolah menjawab seruan ISIS yang mendesak para pejuangnya untuk melawan otoritas Suriah. "Empat anggota pasukan keamanan internal tewas," begitu bunyi kutipan dari sumber keamanan yang dilaporkan oleh kantor berita resmi SANA, yang dengan tegas menyalahkan ISIS di balik aksi tersebut.
Rinciannya, serangan yang disebut sebagai aksi teroris itu menyasar sebuah pos pemeriksaan pada hari Senin lalu. Dalam baku tembak yang terjadi, satu orang penyerang dilaporkan tewas. Sehari sebelumnya, tepatnya Minggu, insiden serupa juga terjadi. Meski kementerian tak menyebut ada korban di pihak keamanan, satu pelaku lagi dilaporkan tumbang.
Latar belakang situasinya cukup kompleks. Raqa bukanlah kota sembarangan. Tempat ini pernah menjadi ibu kota de facto ISIS, pusat kekuatan mereka di masa lalu. Sekarang, meski sudah kehilangan wilayah, sisa-sisa kelompok itu masih bersembunyi di balik gurun Suriah yang luas, menunggu kesempatan untuk menyerang.
Artikel Terkait
Empat Pelaku Penipuan Mengatasnamakan Pimpinan KPK Ditangkap di Jakarta
Dari Limbah Gula Merah Bone, Dainichi Kuasai 90% Pasar Indonesia Timur
Harga Plastik Melonjak Drastis, UMKM Makanan dan Minuman Tertekan
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang