MURIANETWORK.COM - Investor individu Himawan Sutanto, yang baru-baru ini tercatat sebagai pemegang saham signifikan di PT Bhakti Agung Propertindo Tbk. (BAPI), terpantau mulai mengurangi kepemilikannya. Berdasarkan data KSEI, dalam dua hari berturut-turut pada pertengahan Februari 2026, ia melepas total puluhan juta saham emiten properti tersebut, sehingga porsinya menyusut dari posisi awal.
Rincian Penjualan Saham
Aksi pelepasan saham oleh Himawan Sutanto dilakukan dalam dua tahap. Transaksi pertama terjadi pada 18 Februari 2026, dengan volume 1,8 juta lembar saham BAPI. Keesokan harinya, 19 Februari 2026, ia kembali melakukan penjualan dalam skala yang lebih besar, yakni 24,58 juta lembar.
Dua aksi jual ini menggerus kepemilikan sahamnya. Pasca transaksi, posisi terakhir Himawan tercatat pada 673,65 juta lembar, yang setara dengan 12,05% dari total saham BAPI.
Perbandingan dengan Posisi Awal
Untuk memahami pergerakan ini, perlu dilihat dari posisi awal kepemilikannya. Himawan Sutanto pertama kali muncul dalam data KSEI sebagai pemegang saham di atas 5% pada 13 Februari 2026. Saat itu, ia tercatat memegang 700,03 juta lembar saham atau setara 12,52%.
Artinya, dalam rentang waktu singkat, investor ini telah melepas total 26,38 juta lembar saham BAPI dari portofolionya. Menariknya, namanya sama sekali tidak tercatat dalam laporan pemegang saham utama BAPI per akhir Desember 2025 dan Januari 2026, menunjukkan akuisisi awalnya yang cukup masif dan cepat.
Pergerakan Pemegang Saham Lain
Pergerakan jual tidak hanya dilakukan oleh Himawan Sutanto. Pada periode yang hampir bersamaan, PT Nugraha Prima Griyatama juga tercatat melakukan aksi pelepasan saham BAPI dalam volume yang sangat besar, yakni 700 juta lembar.
Akibatnya, kepemilikan Nugraha Prima Griyatama di BAPI menyusut dari 1,66 miliar lembar (29,75%) menjadi 963,54 juta lembar (17,23%). Kedua transaksi jual ini, baik oleh Himawan maupun Nugraha, dilaporkan dilakukan melalui PT KB Valbury Sekuritas.
Komposisi Pemegang Saham Utama
Perubahan kepemilikan ini tentu menggeser peta pemegang saham utama BAPI. Berdasarkan laporan per 31 Januari 2026, sebelum serangkaian transaksi ini terjadi, hanya ada dua entitas dengan kepemilikan di atas 5%: PT Nugraha Prima Griyatama (29,75%) dan PT Grha Agung Propertindo sebagai pemegang saham pengendali dengan 40,25%.
Kedatangan dan kemudian pelepasan sebagian saham oleh Himawan Sutanto dalam tempo yang singkat menjadi catatan tersendiri bagi pengamat pasar, menambah dinamika pada struktur kepemilikan saham perusahaan.
Peringatan: Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen investasi. Setiap keputusan investasi mengandung risiko dan menjadi tanggung jawab penuh masing-masing investor.
Artikel Terkait
Korlantas Tinjau Kesiapan Tol Trans Sumatera Jelang Mudik, Larang Kendaraan Over Dimensi
Program Makan Bergizi Gratis Beradaptasi untuk Ramadan, Beralih ke Sistem Bawa Pulang
SBY Soroti Pentingnya Transformasi Strategi Pertahanan ke Kekuatan Udara
KIP Putuskan Hasil TWK 57 Mantan Pegawai KPK Harus Dibuka