JAKARTA Tumpukan sampah yang sempat viral di media sosial akhirnya mulai dibersihkan. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melaporkan, sebanyak 137 ton sampah telah diangkut dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. Butuh tiga hari kerja keras, sejak Jumat (16/1/2026) lalu, dengan melibatkan ratusan petugas di lapangan.
Menurut Asep Kuswanto, Kepala DLH DKI, proses pembersihan dilakukan bertahap. Intensitasnya ditingkatkan setiap hari.
“Hari pertama, kami angkut 35 ton. Lalu bertambah 25 ton di hari kedua,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).
“Nah, di hari ketiga, Minggu kemarin, jumlahnya melonjak signifikan. Total 77 ton sampah berhasil kami angkut.”
Untuk mengejar target, operasi hari ketiga diperkuat dengan personel dan peralatan lebih banyak. Seratus petugas kebersihan dikerahkan. Mereka didukung belasan ponton, puluhan truk sampah berukuran kecil dan besar, dua excavator, serta perahu karet. Semua alat bantu, dari serokan sampai kontainer, digunakan untuk mempercepat kerja.
Di sisi lain, DLH juga pakai metode khusus. Mereka memasang sekatan dari material HDPE dan bambu di perairan.
Fungsinya sederhana tapi krusial: menjebak sampah agar tidak hanyut ke laut lepas. Dengan begitu, sampah yang terkumpul lebih mudah diambil dan dimuat ke truk.
“Ke depan, sekatan ini akan kami perkuat agar lebih permanen di semua zona. Armada cadangan juga disiapkan, apalagi kalau hujan turun,” tambah Asep.
Targetnya, kawasan Muara Baru bisa steril dalam lima hari. Sejak hari pertama, total sampah yang diangkut diperkirakan bakal tembus lebih dari 200 ton. Angka yang tak sedikit.
Asep tak lupa mengimbau masyarakat. Dia mengajak semua pihak menjaga kebersihan, terutama dengan stop buang sampah sembarangan ke sungai atau laut.
“Sampah yang masuk ke air itu bukan cuma soal pemandangan. Ia memperberat pekerjaan kami dan bisa memicu dampak lain yang lebih serius,” tegasnya.
“Ini tanggung jawab bersama. Partisipasi warga sangat menentukan kelestarian pesisir Jakarta.”
Sebelumnya, video dan foto tumpukan sampah di Muara Baru memang ramai beredar. Dalam rekaman itu, terlihat gundukan sampah plastik, kayu, dan berbagai rupa lainnya mengapung di air yang keruh. Warnanya cokelat, terkonsentrasi di satu titik dekat tanggul.
Sementara dari video lain, ada narasi yang menyebut tumpukan itu berasal dari tempat pembuangan sampah ilegal di sekitar lokasi. Namun begitu, DLH fokus dulu pada pembersihan darurat ini.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Timor Tengah Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia dan Polandia Perkuat Kerja Sama Pertanian, Fokus pada Ketahanan Pangan
Latihan Militer AS-Filipina-Jepang di Utara Filipina Libatkan 17.000 Prajurit, China Protes
Sultan Kemnaker Akui Beli 37 Mobil dari Uang Hasil Pemerasan Sertifikasi K3