“Ke depan, sekatan ini akan kami perkuat agar lebih permanen di semua zona. Armada cadangan juga disiapkan, apalagi kalau hujan turun,” tambah Asep.
Targetnya, kawasan Muara Baru bisa steril dalam lima hari. Sejak hari pertama, total sampah yang diangkut diperkirakan bakal tembus lebih dari 200 ton. Angka yang tak sedikit.
Asep tak lupa mengimbau masyarakat. Dia mengajak semua pihak menjaga kebersihan, terutama dengan stop buang sampah sembarangan ke sungai atau laut.
“Sampah yang masuk ke air itu bukan cuma soal pemandangan. Ia memperberat pekerjaan kami dan bisa memicu dampak lain yang lebih serius,” tegasnya.
“Ini tanggung jawab bersama. Partisipasi warga sangat menentukan kelestarian pesisir Jakarta.”
Sebelumnya, video dan foto tumpukan sampah di Muara Baru memang ramai beredar. Dalam rekaman itu, terlihat gundukan sampah plastik, kayu, dan berbagai rupa lainnya mengapung di air yang keruh. Warnanya cokelat, terkonsentrasi di satu titik dekat tanggul.
Sementara dari video lain, ada narasi yang menyebut tumpukan itu berasal dari tempat pembuangan sampah ilegal di sekitar lokasi. Namun begitu, DLH fokus dulu pada pembersihan darurat ini.
Artikel Terkait
Korlantas Pacu Digitalisasi, e-BPKB Wajib untuk Semua Mobil Baru pada 2027
Izin Tambang dan Alih Fungsi Hutan Diduga Picu Banjir Besar di Sumatera
Lahan Eks HGU Siap Dijadikan Huntap Korban Banjir Sumatra
Purbaya Anggap Pertukaran Thomas Djiwandono ke BI Buka Peluang Baru