Update SMA Negeri 72 Jakarta: Sekolah Sepi, Belajar Masih Daring Pasca Ledakan

- Rabu, 12 November 2025 | 08:54 WIB
Update SMA Negeri 72 Jakarta: Sekolah Sepi, Belajar Masih Daring Pasca Ledakan
Update Terkini: Aktivitas Belajar di SMA Negeri 72 Jakarta Pasca Ledakan

Kondisi Terkini SMA Negeri 72 Jakarta: Sekolah Masih Sepi Pasca Insiden

Suasana di lingkungan SMA Negeri 72, yang terletak di Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih tampak lengang pada Rabu pagi. Pengamatan di lokasi menunjukkan tidak ada aktivitas belajar mengajar tatap muka yang berlangsung di dalam sekolah.

Beberapa kendaraan terlihat terparkir di halaman depan, namun tidak disertai dengan kehadiran aparat atau mobil dinas. Di depan gerbang utama, petugas dari TNI AL tampak berjaga dan melakukan pendataan terhadap setiap orang yang akan memasuki area sekolah. Sebuah tenda biru dan meja khusus telah disiapkan untuk mendukung proses pemeriksaan ini.

Pembelajaran Masih Dilakukan Secara Daring

Meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan izin untuk diselenggarakannya pembelajaran tatap muka, kegiatan belajar di SMA Negeri 72 hingga saat ini masih dilaksanakan secara daring atau online. Selain itu, tidak terlihat adanya mobil layanan psikologi dari kepolisian atau dinas terkait di sekitar lokasi sekolah.

Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka dari Pemerintah

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta menyatakan bahwa siswa SMA Negeri 72 sudah diizinkan untuk kembali mengikuti pembelajaran tatap muka jika mereka bersedia. Keputusan ini diserahkan kepada Dinas Pendidikan setempat setelah sebelumnya proses belajar diminta untuk dilakukan secara daring.

Menurut pernyataannya, sebagian siswa justru menginginkan untuk belajar secara langsung. Proses belajar mengajar tatap muka dapat kembali diadakan karena seluruh data dan barang bukti terkait insiden ledakan telah ditangani secara tuntas oleh kepolisian.

Dampak Ledakan dan Kondisi Korban

Insiden ledakan di sekolah ini terjadi pada hari Jumat lalu, bertepatan dengan saat para siswa sedang melaksanakan Salat Jumat. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 32 korban ledakan masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit yang berbeda, yaitu RSI Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Polri. Sebagian besar dari korban mengalami gangguan pada pendengaran akibat dari ledakan tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar