Rem Blong Truk Kontainer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, 2 Tewas

- Jumat, 06 Maret 2026 | 05:35 WIB
Rem Blong Truk Kontainer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, 2 Tewas

Malam itu, Kamis (5/3) sekitar pukul 20.15 WIB, lalu lintas di Tol Cipularang Km 93 B terlihat padat seperti biasa. Tiba-tiba, suasana berubah kacau. Sebuah truk kontainer diduga mengalami rem blong, memicu tabrakan beruntun yang memilukan.

Kompol Joko Prihantono, Kepala Induk PJR Cipularang, menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, semua berawal dari masalah pengereman pada truk kontainer bernomor polisi B-9367-UEL itu.

"Diduga kendaraan kontainer nopol B-9367-UEL mengalami masalah pengereman,"

kata Joko dalam keterangannya yang dilansir Antara, Jumat (6/3/2026).

Dari pemeriksaan sementara, truk itu melaju dari Bandung menuju Jakarta dan berada di lajur satu. Saat mendekati lokasi kejadian, pengemudi ternyata sudah menemui jalan yang macet. Sebuah dumb truck mengalami gangguan di depannya.

Namun begitu, truk kontainer itu sudah tak bisa dikendalikan. Remnya blong.

"Kemudian kontainer itu mencoba melakukan pengereman namun terjadi gangguan dan selanjutnya menabrak kendaraan pikup dan kemudian terjadi kecelakaan beruntun,"

ujar Joko prihantono menerangkan runtutan peristiwa yang berlangsung cepat itu.

Akibatnya sungguh parah. Tabrakan beruntun itu tak hanya melibatkan sepuluh kendaraan. Lebih tragis lagi, dua nyawa melayang. Empat orang lainnya mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat, dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Meninggal ada dua orang yaitu pengemudi dan kernet mobil bak terbuka,"

kata Joko menambahkan kabar duka tersebut.

Kejadian ini kembali menyoroti betapa krusialnya keselamatan berkendara, terutama bagi kendaraan berat yang melintasi jalur padat seperti Cipularang. Malam yang semula biasa saja, berakhir dengan duka dan kepiluan bagi keluarga korban.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar