Syekh Ahmad Al Misry dengan tegas membantah semua tuduhan pencabulan terhadap santri yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurutnya, kabar itu sama sekali tidak benar. Ia bahkan menantang siapapun yang menuduh untuk membuktikan klaim mereka.
"Tuduhan terhadap pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya," tegas Ahmad Al Misry dalam sebuah pernyataan video yang dirilis pada Rabu, 22 April 2026.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak tinggal diam. Sejumlah bukti pendukung telah disiapkan dan diserahkan kepada kuasa hukumnya. Tujuannya jelas: agar bukti-bukti itu sampai ke tangan pihak yang berwenang untuk diteliti lebih lanjut.
“Maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, dan juga ada saksi-saksinya," ujarnya lagi, menekankan bahwa posisinya didukung oleh kesaksian orang lain.
Di sisi lain, terkait panggilan dari kepolisian, Al Misry menjelaskan kondisinya yang sedang berada di luar negeri. Rupanya, sejak pertengahan Maret lalu, ia sudah berada di Mesir. Kepergiannya bukan tanpa alasan.
"Berangkat ke Mesir pada tanggal 15 Maret 2026 dan saya tiba di Mesir tanggal 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi pada tanggal 17 Maret 2026," jelasnya, merinci kronologi kepergiannya yang ternyata untuk urusan keluarga yang mendesak.
Artikel Terkait
YouTube Patuh pada PP Tunas, Batasi Aksen Pengguna di Bawah 16 Tahun
Dua Mahasiswi Unsoed Laporkan Rekan ke Polisi Diduga Pelaku Kekerasan Seksual
Anggota DPR Usulkan Transaksi Batu Bara DMO Pakai Rupiah untuk Kurangi Risiko Negara
KPPU Apresiasi Perpres 100/2024, Desak Percepatan Amandemen UU Persaingan Usaha