Oleh karena itu, menurut Nasir, kemampuan dan jumlah personel Polmas justru perlu ditingkatkan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pendekatan preventif, seperti deteksi dini dan upaya pencegahan, harus menjadi prioritas sebelum tindakan yang lebih tegas diambil.
Harapan untuk Penanganan yang Lebih Humanis
Mengakhiri pandangannya, Nasir Djamil menyampaikan harapan agar institusi kepolisian dapat lebih mempertimbangkan pendekatan yang digunakan dalam menangani berbagai situasi di lapangan, termasuk unjuk rasa. Ia menekankan pentingnya sentuhan humanis dalam setiap interaksi.
"Komisi III DPR menaruh harapan kepada institusi Polri agar dalam menangani unjuk rasa maka jangan kedepankan anggota paramiliter seperti Brimob. Tangani pengunjuk rasa dengan bunga dan kehangatan karena anggota Polri adalah juga anggota masyarakat," tuturnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya keselarasan antara prosedur operasi standar dengan realitas di lapangan, terutama dalam menjaga hubungan yang harmonis antara penegak hukum dan masyarakat yang dilindungi.
Artikel Terkait
Rakyat Iran Berkabung 40 Hari Gugurnya Ayatollah Khamenei di Tengah Gencatan Senjata
Unpad Buka 3.868 Kursi Jalur Mandiri 2026, Tanpa Kenaikan UKT
Hizbullah Kecam Serangan Israel di Lebanon, Korban Sipil Tembus Ratusan Jiwa
Polisi Segera Panggil Oknum Jaksa Diduga Ancam Satpam Pakai Senjata Api