Mangkatnya Raja Keraton Surakarta, PB XIII, Setelah Dirawat 100 Hari
Kabar duka datang dari Kota Solo. Raja Keraton Surakarta, Pakubuwono (PB) XIII, telah mangkat pada usia 77 tahun, Minggu (2/11) pagi pukul 07.29 WIB. Beliau menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Indriati, Solo, setelah menjalani perawatan intensif.
Kepergian Sang Raja dikonfirmasi oleh kerabat Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi. Menurutnya, jenazah almarhum sedang dipersiapkan untuk dimulangkan dari rumah sakit menuju Keraton sebelum prosesi pemakaman selanjutnya.
Perjalanan Penyakit dan Masa Perawatan PB XIII
PB XIII disebutkan telah menjalani perawatan medis selama sekitar 100 hari sebelum akhirnya wafat. KPH Eddy Wirabhumi menuturkan bahwa almarhum sempat beberapa kali keluar dan masuk rumah sakit selama masa pengobatannya.
Penyebab wafatnya Raja Surakarta ini adalah komplikasi penyakit akibat usia lanjut. “Ya, sudah sepuh juga toh. Gula darahnya tinggi dan seterusnya,” jelas Eddy mengenai kondisi kesehatan mendiang.
Jadwal dan Lokasi Pemakaman Raja PB XIII di Imogiri
Prosesi pemakaman Raja Keraton Surakarta, PB XIII, telah ditetapkan akan dilaksanakan pada Selasa (4/11) di Makam Raja-Raja Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemakaman diperkirakan akan digelar pada siang hari, kemungkinan besar di atas pukul 13.00 atau 14.00 WIB.
Mengenal Makam Imogiri, Tempat Peristirahatan Terakhir Raja Jawa
Makam Imogiri di Bantul, Yogyakarta, bukanlah pemakaman biasa. Tempat ini merupakan kompleks pemakaman resmi bagi raja dan bangsawan keturunan Kesultanan Mataram. Dibangun pada abad ke-17 oleh Sultan Agung, Imogiri menjadi peristirahatan terakhir bagi keluarga empat istana: Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Mangkunegaran, dan Pakualaman.
Lokasinya yang berada di perbukitan mengharuskan pengunjung untuk menaiki ratusan anak tangga batu. Setiap kompleks makam memiliki gerbang dan tata upacara adat yang berbeda, menjadikannya sebagai situs warisan sejarah dan budaya Jawa yang sangat disakralkan. Upacara pemakaman di Imogiri selalu dilaksanakan dengan tata cara tradisional Jawa yang melibatkan abdi dalem dan seluruh keluarga keraton.
Artikel Terkait
BATC 2026: Indonesia Hadapi Jepang di Semifinal Putra dan Korea di Putri
Wali Kota Makassar Studi Kelola Stadion ke JIS, Proyek Stadion Untia Masuk Tahap Lelang
Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor Setelah 12 Tahun
Keluarga Korban Tolak Damai, Tuntut Keadilan untuk Kucing yang Ditendang hingga Tewas di Blora