Sabtu pagi, 7 Februari 2026, langit di sejumlah wilayah Indonesia tampaknya akan kembali diguyur hujan deras. BMKG baru saja merilis pembaruan prakiraan cuaca, dan berita yang dibawa tak sepenuhnya cerah. Menurut Rani, seorang prakirawan di sana, dinamika atmosfer yang sedang terjadi berpotensi memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah.
Faktor utamanya? Ada dua sistem yang sedang aktif. Di Laut Sulu, dekat Filipina, Siklon Tropis Pena terpantau bergerak dengan tekanan udara 1002 hektopaskal. Sistem ini melaju ke arah barat hingga barat laut, dengan kecepatan angin yang tercatat mencapai 35 knot.
"Keberadaan siklon tersebut menginduksi terbentuknya low-level jet di wilayah Filipina bagian utara dan Laut Sulu," jelas Rani.
Tak hanya itu, katanya, siklon ini juga membentuk pertemuan dan perlambatan angin di sekitar Laut Filipina, daratan Filipina bagian selatan, serta Samudera Pasifik timur Filipina.
Namun begitu, ancaman tak cuma datang dari utara. Di perairan sebelah barat Australia, bibit Siklon Tropis 98P juga sedang menunjukkan aktivitas. Kecepatan angin maksimumnya bahkan lebih kencang, mencapai 40 knot, dengan tekanan minimum 990 hektopaskal. Bibit siklon yang bergerak ke barat daya ini turut memicu pola angin yang mendukung pembentukan awan hujan.
Artikel Terkait
Australia Larang Sementara Kedatangan Warga Iran Terkait Konflik Timur Tengah
Enam Tim Berebut Dua Tiket Terakhir Piala Dunia 2026 Lewat Play-off
Arus Balik Lebaran 2026 Reda, 2 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jakarta
Debt Collector di Bali Diamankan Usai Kroyok dan Rusak Mobil Pengendara