Namun, peringatan itu tidak diindahkan. Alih-alih menuruti perintah, pria itu justru meletakkan jerigen dan kemudian mengangkat senapannya, mengambil posisi siap menembak.
"Saat itu dia meletakkan jerigen bensin, mengangkat senapan ke posisi menembak," tutur Bradshaw. Menghadapi ancaman langsung yang nyata, seorang deputi dan dua agen Secret Service tidak memiliki pilihan lain kecuali membalas tembakan untuk menetralisir ancaman. Pria itu pun tumbang di tempat.
Respons Resmi dan Investigasi Berlanjut
Secret Service, melalui juru bicaranya Anthony Guglielmi, telah mengkonfirmasi inti dari insiden ini. Guglielmi menegaskan bahwa tindakan pria tersebut merupakan pelanggaran hukum terhadap perimeter keamanan yang dijaga ketat.
"Memasuki perimeter keamanan di Mar-a-Lago secara ilegal pagi ini," ungkap Guglielmi dalam sebuah pernyataan resmi.
Badan tersebut juga menekankan bahwa tidak ada satupun petugas atau orang yang dilindungi yang menjadi korban dalam insiden ini. Fokus kini beralih ke penyelidikan mendalam. Para penyidik sedang bekerja untuk mengidentifikasi pelaku secara pasti serta mengungkap motif di balik aksi nekatnya menerobos salah satu lokasi dengan pengamanan paling ketat di Amerika Serikat itu. Proses standar peninjauan internal terhadap penggunaan senjata api oleh petugas juga kemungkinan akan dijalankan.
Artikel Terkait
Satpam di Surabaya Bobol TK Tempatnya Bekerja, Curi Rp43 Juta
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen