IHSG Anjlok 1,55% di Awal Perdagangan Pasca-Lebaran, Semua Sektor Terkapar Merah

- Senin, 30 Maret 2026 | 10:00 WIB
IHSG Anjlok 1,55% di Awal Perdagangan Pasca-Lebaran, Semua Sektor Terkapar Merah

Pasar saham Indonesia kembali berdenyut usai libur panjang Lebaran. Sayangnya, denyutnya kali ini terasa lemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun ke zona merah, dibuka di level 7.020,53.

Kondisinya tak kunjung membaik. Hanya dalam hitungan menit, tepatnya hingga pukul 09.16 WIB, IHSG tercatat anjlok 1,55 persen ke posisi 6.986. Bahkan, sempat menyentuh titik terendah harian di angka 6.955,57. Suasana pesimis jelas mendominasi lantai bursa.

Bayangkan, ada 433 saham yang terkapar melemah. Jauh mengalahkan yang mampu bangkit, hanya 144 saham saja yang menguat. Sementara itu, 381 lainnya cuma diam di tempat, stagnan. Transaksi berjalan dengan nilai Rp1,33 triliun dan volume 1,44 miliar saham.

Yang lebih mencolok, seluruh sektor saham kompak memakai baju merah. Tak ada satu pun yang luput. Paling terpuruk adalah sektor barang baku, ambles 1,96 persen. Diikuti sektor infrastruktur yang terkoreksi 1,83 persen, dan non-siklikan yang melemah 1,77 persen.

Dari keuangan, properti, sampai teknologi dan kesehatan semuanya ikut terseret. Benar-benar hari yang suram untuk hampir semua portofolio.

Meski begitu, di tengah gempuran merah itu, ada beberapa saham yang nekad melawan arus. Mereka jadi penyelamat semangat bagi sebagian investor.

PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) melesat tinggi, naik 23,53 persen. PT Soho Global Health Tbk (SOHO) juga tak kalah perkasa dengan kenaikan 21,67 persen. Lalu ada PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) yang menguat 15,70 persen.

Di sisi lain, papan penderita diduduki oleh saham-saham manajemen investasi. Indo Premier Investment Management (XIML) terpukul, turun 14,63 persen ke level 175. Pinnacle Persada Investama (XPLQ) dan Insight Investment Management (XILV) ikut terpuruk dengan penurunan masing-masing 12,61 persen dan 11,76 persen.

Begitulah awal pekan yang dihadapi pasar modal kita. Sentimen negatif berjaya, menandai kembalinya aktivitas perdagangan dengan catatan yang kurang menyenangkan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar