Di luar layanan kesehatan, panitia juga menyuguhkan beragam hiburan untuk segala usia. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan kesenian serta menonton film Indonesia di area festival yang dipenuhi lentera dan instalasi kreatif.
Irene menambahkan, "Ada dua film Indonesia, mungkin teman-teman melihat di sini ada Jumbo. Di sebelah sana ada dua film yang akan rilis di lebaran tahun ini. Ada Nawila untuk anak-anak, sama film animasi Pelangi di Mars."
Nuansa perayaan terasa kental dengan adanya Pasar Kuliner, area Seni & Kreatif, serta Museum Terbuka yang mengangkat tema akulturasi budaya Tionghoa. Suasana Lapangan Banteng pun berubah menjadi ruang publik yang hidup dan meriah.
Puncak Perayaan dan Makna Kebersamaan
Rangkaian festival akan memuncak pada tanggal 28 Februari 2026. Pada hari tersebut, pengunjung akan disuguhkan atraksi spektakuler barongsai dan liong massal, diiringi pertunjukan musik serta tari tradisional. Penampilan dari sejumlah seniman nasional juga akan turut memeriahkan acara.
Secara keseluruhan, festival ini tidak hanya dimaksudkan sebagai perayaan tahun baru Imlek, tetapi juga dirancang sebagai simbol harmoni dan persatuan bangsa. Keberagaman sajian acara, dari yang bersifat hiburan hingga layanan sosial, mencerminkan semangat inklusivitas dan kepedulian yang ingin disampaikan penyelenggara kepada seluruh masyarakat.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon