Banjir & Longsor Cisolok Sukabumi Landa Ratusan KK, 9 Rumah Tertimbun!

- Senin, 27 Oktober 2025 | 22:54 WIB
Banjir & Longsor Cisolok Sukabumi Landa Ratusan KK, 9 Rumah Tertimbun!

Banjir dan Longsor Terjadi di Cisolok Sukabumi, Ratusan KK Terdampak

Wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dilanda banjir dan tanah longsor pada Senin (27/10) sore akibat hujan deras. Kejadian bencana alam ini berdampak pada ratusan kepala keluarga di beberapa desa.

Daftar Wilayah Terdampak Banjir di Cisolok

Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Kabupaten Sukabumi, berikut daerah yang mengalami banjir:

  • Kampung Tugu, Desa Cikahuripan: 500 KK (1.500 jiwa)
  • Kampung Marinjung, Desa Karangpapak: 50 KK (150 jiwa)
  • Kampung Cigoler, Desa Cisolok: 50 KK (150 jiwa)
  • Kampung Cikondang, Desa Wangunsari: 7 KK (18 jiwa)
  • Kampung Cikondang Desa Karangpapak: 1 KK (5 jiwa)
  • Kampung Cikelat: 4 KK (12 jiwa)

Penyebab banjir di Cisolok ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Cisolok akibat intensitas hujan yang tinggi.

Lokasi Tanah Longsor di Sukabumi

Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di dua lokasi:

  • Kampung Pamokoan, Desa Sukarame: 7 KK (20 jiwa)
  • Kampung Cikondang Desa Wangunsari: 7 KK (18 jiwa)

Camat Cisolok Okih Pazri mengkonfirmasi bahwa longsor di Kampung Pamokoan telah menimbun 9 rumah. "9 rumah terdampak tertimbun longsor dan untuk korban jiwa nihil," jelas Okih.

Kebutuhan Mendesak Pasca Bencana

Menurut Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna, tim masih melakukan pendataan dan pemantauan lanjutan. Kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain:

  • Kebutuhan dapur umum
  • Tenda DUM (2 unit)
  • Alat kebersihan
  • Kebutuhan sandang dan pangan
  • Air bersih
  • Genset
  • Pompa air

BPBD menekankan bahwa data yang tersedia masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan proses asesmen yang terus dilakukan di lapangan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar