Suasana di sebuah pertemuan di Jakarta, Sabtu (31/1) lalu, cukup tegang. Di sana, pengamat Rizal Fadilah berbicara lantang. Ia menyuarakan tiga target utama yang hendak dikejar oleh gerakannya, Gerakan Merebutkembali Kedaulatan Rakyat atau GMKR.
Menurut Rizal, gerakan ini muncul sebagai reaksi. Negara ini, dalam pandangannya, sudah bergeser menjadi 'negara kekuasaan' atau Machtstaat. Bukan lagi negara hukum yang ideal. Ia bahkan memperingatkan dengan nada keras.
Lalu, apa saja tiga agenda konkret yang ia maksud?
Pertama, soal penangkapan dan pengadilan terhadap Presiden Jokowi. Rizal punya analogi yang cukup ekstrem. Ia menyebut kondisi negara saat ini seperti "diabetic state", negara yang sakit parah dan butuh amputasi. "Yang kita amputasi Jokowi pertama, karena ini sumber penyakit," katanya. Pernyataan itu langsung disambut riuh tepuk tangan dari para peserta yang hadir.
Agenda kedua tak kalah keras: menurunkan Gibran Rakabuming Raka dari kursi wakil presiden. "Prioritas kita tangkap adili Jokowi, maksulkan Gibran," tegas Rizal tanpa basa-basi. Ia menambahkan, proses hukum harus tetap berjalan untuk Gibran usai pemakzulan.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral