GMKR Gencar Serukan Tiga Target: Jokowi, Gibran, hingga Kapolri Harus Ditindak

- Minggu, 01 Februari 2026 | 09:50 WIB
GMKR Gencar Serukan Tiga Target: Jokowi, Gibran, hingga Kapolri Harus Ditindak

Suasana di sebuah pertemuan di Jakarta, Sabtu (31/1) lalu, cukup tegang. Di sana, pengamat Rizal Fadilah berbicara lantang. Ia menyuarakan tiga target utama yang hendak dikejar oleh gerakannya, Gerakan Merebutkembali Kedaulatan Rakyat atau GMKR.

Menurut Rizal, gerakan ini muncul sebagai reaksi. Negara ini, dalam pandangannya, sudah bergeser menjadi 'negara kekuasaan' atau Machtstaat. Bukan lagi negara hukum yang ideal. Ia bahkan memperingatkan dengan nada keras.

"Kalau tidak kita rebut kembali kedaulatan rakyat berbasis kedaulatan hukum, negara ini akan menjadi negara diabolik," ujarnya tegas.

Lalu, apa saja tiga agenda konkret yang ia maksud?

Pertama, soal penangkapan dan pengadilan terhadap Presiden Jokowi. Rizal punya analogi yang cukup ekstrem. Ia menyebut kondisi negara saat ini seperti "diabetic state", negara yang sakit parah dan butuh amputasi. "Yang kita amputasi Jokowi pertama, karena ini sumber penyakit," katanya. Pernyataan itu langsung disambut riuh tepuk tangan dari para peserta yang hadir.

Agenda kedua tak kalah keras: menurunkan Gibran Rakabuming Raka dari kursi wakil presiden. "Prioritas kita tangkap adili Jokowi, maksulkan Gibran," tegas Rizal tanpa basa-basi. Ia menambahkan, proses hukum harus tetap berjalan untuk Gibran usai pemakzulan.

Sedangkan poin ketiga, menyasar Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Rizal menyerukan desakan massal untuk memecatnya. Ia juga memberi sinyal peringatan. Jika Presiden Prabowo dinilai tak mampu memecat Kapolri, maka giliran Prabowo sendiri yang harus diturunkan oleh rakyat.

Nah, untuk mencapai semua itu, mereka mengandalkan strategi people power. Namun, Rizal berusaha meluruskan persepsi. Ia bersikukuh bahwa aksi mereka konstitusional, bukan makar.

"People power itu konstitusional, jangan dianggap makar," jelasnya.

Ia mendorong semangat para pendukungnya. Gerakan ini, katanya, tak boleh berhenti di ruang pertemuan ini saja. "Gerakan jangan mati. Bergerak, bergerak, bergerak terus kita," seru Rizal dengan semangat. "Mulai dari sini besok ke tempat yang lain, ke daerah-daerah sehingga rakyat betul-betul bersama kita."

Di akhir pernyataannya, ia menutup dengan harapan agar perjuangan mereka mendapat pertolongan. Harapannya satu: memperbaiki Indonesia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar