Langkah cepat diambil. NS segera dilarikan ke RSUD Jampang Kulon keesokan paginya, Kamis (19/2). Di sana, dalam kondisi lemah, korban sempat mengungkap sesuatu yang mengerikan. Ia mengaku dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya. Upaya penyelamatan tak berhasil. NS menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul empat sore.
Pemeriksaan medis awal oleh polisi menemukan hal yang mencengangkan. Ada sebaran luka lecet di wajah, leher, sampai keempat anggota geraknya. Polisi menduga itu adalah luka bakar derajat 2A. Bibirnya juga memar, kemungkinan akibat trauma tumpul. Temuan ini jelas mengarah pada dugaan kekerasan.
Di sisi lain, hasil autopsi justru memperlihatkan gambaran lain. Ditemukan penyakit kronis pada paru-paru serta perbendungan pada organ dalam. Kontras sekali dengan luka-luka di luar tadi.
Nah, perbedaan inilah yang kini jadi titik berat penyelidikan. Mana yang jadi penyebab utama kematiannya? Polisi masih mendalami, mengumpulkan barang bukti, dan mempertajam analisis. Kasus ini belum berakhir. Masyarakat pun masih menunggu kejelasan, bagaimana seorang remaja bisa berpulang dalam keadaan seperti itu.
Artikel Terkait
Rakyat Iran Berkabung 40 Hari Gugurnya Ayatollah Khamenei di Tengah Gencatan Senjata
Unpad Buka 3.868 Kursi Jalur Mandiri 2026, Tanpa Kenaikan UKT
Hizbullah Kecam Serangan Israel di Lebanon, Korban Sipil Tembus Ratusan Jiwa
Polisi Segera Panggil Oknum Jaksa Diduga Ancam Satpam Pakai Senjata Api