"Berdasarkan tinjauan menyeluruh, terperinci, dan lengkap atas keputusan yang tidak masuk akal, ditulis dengan buruk, dan sangat anti-Amerika tentang Tarif yang dikeluarkan kemarin," tulisnya.
Selain tarif sementara 15%, Trump juga mengisyaratkan langkah jangka panjang. Ia menyebut pemerintahannya akan mengejar tarif melalui mekanisme lain dalam hukum federal yang memerlukan penyelidikan oleh Departemen Perdagangan.
"Selama beberapa bulan ke depan, Pemerintahan Trump akan menentukan dan mengeluarkan tarif baru yang sah secara hukum, yang akan melanjutkan proses kita yang sangat sukses dalam membuat Amerika Hebat Kembali," ungkapnya melalui akun medsosnya.
Tarif sebagai Pilar Kebijakan
Bagi Trump, tarif bukan sekadar alat ekonomi, melainkan instrumen politik yang multifungsi. Ia kerap menjadikannya sebagai cara untuk mengatur ulang hubungan perdagangan global, memberi tekanan internasional, hingga menangani isu-isu di luar ekonomi seperti perdagangan narkoba. Visinya adalah menggunakan tarif untuk memperbaiki defisit perdagangan dan membangkitkan kembali sektor manufaktur dalam negeri.
Di sisi lain, klaim kontroversialnya bahwa pemerintah asinglah yang menanggung beban tarif bukan konsumen dan bisnis Amerika terus diulang, meski berbagai analisis dan bukti di lapangan sering menunjukkan hal sebaliknya. Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi mengenai waktu penandatanganan perintah eksekutif yang menaikkan tarif menjadi 15% tersebut.
Artikel Terkait
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes untuk Oman dan Yaman