MURIANETWORK.COM - Anggota DPRD DKI Jakarta, Gusti Arief, mengajak warga Jakarta memanfaatkan aplikasi JAKI untuk melaporkan pelanggaran di Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Imbauan ini disampaikan menyusul disahkannya Perda KTR Nomor 7 Tahun 2025, yang pelaksanaannya memerlukan pengawasan aktif masyarakat, termasuk kalangan pemuda, untuk memastikan efektivitas penindakan oleh Satpol PP.
Mendorong Peran Aktif Masyarakat Melalui Teknologi
Gusti Arief menekankan bahwa peraturan daerah yang baru saja disahkan itu masih memerlukan pengawasan ketat dari masyarakat sipil agar implementasinya tidak sekadar wacana. Dalam hal ini, teknologi diharapkan menjadi jembatan antara warga dan aparat penegak peraturan.
"Kami mengimbau masyarakat menggunakan aplikasi JAKI untuk melaporkan setiap pelanggaran KTR agar bisa segera kami tindak lanjuti," ujarnya.
Dia pun mendorong peran serta pemuda untuk mengawal penerapan aturan ini. Partisipasi publik dinilai krusial agar mekanisme sanksi dapat berjalan dengan tegas dan memberikan efek jera.
Respons atas Temuan Promosi Rokok yang Masif
Ajakan tersebut merupakan respons langsung atas temuan lapangan dari Dewan Perwakilan Remaja (DPRemaja), sebuah aliansi pemuda. Mereka menemukan praktik promosi rokok yang masih marak di berbagai warung, terutama di lokasi yang berdekatan dengan ruang publik dan institusi pendidikan.
Perwakilan DPRemaja dari Jakarta, Bryan Akhtur Alexander, mengungkapkan kekhawatirannya. "Kami masih menemukan bentuk promosi yang masif di berbagai warung-warung, yang targetnya adalah warga sekitar, serta dekat dengan ruang publik dan instansi pendidikan," jelasnya.
Berdasarkan pantauan mereka, pelanggaran seperti pajangan rokok terbuka di etalase masih ditemui di sejumlah kawasan, termasuk Pekayon di Jakarta Timur, serta Jagakarsa dan Cipedak di Jakarta Selatan.
Artikel Terkait
Rano Karno Siap Pindah Kantor ke Kota Tua untuk Awasi Revitalisasi
Dukcapil DKI Kembali Gelar Jumat Petang untuk Layani Perekaman e-KTP Pemula
Misbakhun Kritik Usulan JK Kurangi Subsidi BBM, Pastikan Harga Tak Naik hingga Akhir 2026
Kondisi Andrie Yunus Membaik, Cangkok Kulit Berjalan, Mata Masih Dipantau Ketat