Faktanya, ini bukan kali pertama Israel melancarkan serangan sejak gencatan senjata diberlakukan. Serangan-serangan itu berulang, dengan alasan utama menargetkan Hizbullah. Meski begitu, tak jarang sekutu kelompok tersebut, seperti Hamas, juga ikut merasakan imbasnya.
Korban jiwa kali ini cukup signifikan. Menurut data resmi dari Kementerian Kesehatan Lebanon, dari 12 orang yang tewas, sepuluh di antaranya gugur di wilayah timur negara Cedar itu. Serangan Israel sendiri dilaporkan menyasar daerah selatan dan timur Lebanon.
Juru bicara militer Israel punya pembenaran sendiri. Mereka mengklaim serangan di daerah Baalbek ditujukan pada beberapa militan dari unit rudal Hizbullah, yang berada di tiga pusat komando berbeda. Klaim yang, seperti biasa, dibantah keras oleh pihak di Beirut.
Suasana makin tegang. Upaya damai yang sudah dirintis pun kini terancam buntu, terperangkap dalam lingkaran kekerasan yang tiada habisnya.
Artikel Terkait
Pemulihan Pasca Bencana Aceh Capai 91 Persen, Fokus Beralih ke Pemulihan Sosial-Ekonomi
Dua Penumpang Lompat dari Angkot Usai Dibegal di Medan, Satu Kritis
Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Desak Pengadilan Umum untuk Pelaku dari BAIS TNI
Slot Akui Superioritas PSG Usai Liverpool Tunduk 2-0 di Parc des Princes