Suaranya terdengar skeptis. Ia melanjutkan dengan nada penuh tanya,
"Buat saya, Gaza itu tanah masyarakat Palestina, bukan tanah Israel, bukan tanah (Jared) Kushner, anak mantu Trump. Katanya Trump, nanti kita sediakan anggaran 70 miliar USD, where's the money come from? Dan itu juga tanah siapa mau dia bangun seenaknya?"
Di sisi lain, ada pernyataan dari pihak Istana yang mencoba meluruskan. Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Respiratori Saddam Al-Jihad menyebut bahwa BoP juga diisi perwakilan Palestina. Tapi bagi Ikrar, argumen ini tidak menjawab pokok persoalan.
Menurut analisisnya, komite dalam BoP itu tidak mewakili Otoritas Palestina. Padahal, Otoritas Palestinalah representasi politik resmi negara tersebut. Jadi, kehadiran beberapa nama di dalamnya, dalam pandangan Ikrar, tetap tidak mengakomodasi kepentingan politik Palestina yang sah.
Kritik dari sang mantan dubes ini menyiratkan kegelisahan yang lebih dalam. Ia sepertinya meragukan kesungguhan dan arah dari inisiatif perdamaian yang digagas Trump tersebut, terutama menyangkut masa depan rakyat Palestina.
Artikel Terkait
Komnas HAM Masih Tunggu Konfirmasi Kehadiran Empat Prajurit TNI Tersangka Penyiraman KontraS
Gubernur DKI Peringatkan Keras PPSU di Town Hall Usai Kasus Manipulasi Aduan JAKI
Putin Umumkan Gencatan Senjata Sehari untuk Paskah Ortodoks
Anggota DPR Desak Kemnaker Perbaiki Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan