JAKARTA, KOMPAS.TV Komitmen Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump soal Palestina dipertanyakan. Kritik itu datang dari mantan Dubes RI untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti. Menurutnya, lembaga yang diikuti Presiden RI Prabowo Subianto itu gagal menampung suara politik Palestina yang sesungguhnya.
Pertemuan perdana BoP di Washington, Kamis (19/2) lalu, jadi sorotan. Ikrar menyebut, dalam pertemuan itu tak ada sama sekali peta jalan menuju kemerdekaan Palestina yang digariskan. Cuma itu? Tidak. Mantan diplomat kita ini juga menyoroti hal lain yang ia anggap problematik.
BoP, katanya, tidak mengakui secara eksplisit adanya penjajahan dan genosida di tanah Palestina. Nah, ini yang bakal jadi soal. Bagaimana mungkin rekonstruksi Gaza akan dilakukan, sementara status wilayah itu sebagai bagian dari Palestina saja tidak diakui? Jelas ini berpotensi menimbulkan masalah besar ke depannya.
Kekhawatiran itu ia sampaikan dengan blak-blakan dalam program "Bola Liar" KompasTV, Jumat (20/2).
"Adakah dalam BoP itu roadmap untuk kemerdekaan Palestina? Nggak ada, itu yang kemudian kita khawatirkan. Kalau dikatakan KSAD bahwa nanti yang kita kirim tentara untuk zeni, pertanyaan saya, dia mau bangun di mana?"
Artikel Terkait
Komnas HAM Masih Tunggu Konfirmasi Kehadiran Empat Prajurit TNI Tersangka Penyiraman KontraS
Gubernur DKI Peringatkan Keras PPSU di Town Hall Usai Kasus Manipulasi Aduan JAKI
Putin Umumkan Gencatan Senjata Sehari untuk Paskah Ortodoks
Anggota DPR Desak Kemnaker Perbaiki Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan