Jadi, bibit apa saja yang dibagikan? Jenisnya antara lain kakao, kelapa dalam, dan pala. Penyalurannya nanti akan disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah. Beberapa wilayah yang disebut-sebut akan menerima bantuan antara lain Kolaka Timur, Bombana, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna, Wakatobi, Buton Tengah, Buton Selatan, dan Muna Barat.
Namun begitu, bantuan tak hanya berhenti di bibit. Para kelompok tani juga akan dapat dukungan pupuk dan bantuan Hari Orang Kerja (HOK) selama masa penanaman. Pemerintah provinsi memang sedang fokus ke penguatan hulu di tahun 2026 ini. Rencananya, jika produksi nanti melimpah, kebijakan akan bergeser ke hilirisasi pada 2028–2029, misalnya dengan membangun pabrik skala kecil hingga besar.
Dengan dukungan dari pusat dan komitmen yang kuat dari daerah, harapannya program ini bisa berjalan optimal. Produksi perkebunan Sultra diharapkan naik, dan yang paling utama, kesejahteraan petani benar-benar terdongkrak. Sektor perkebunan diharapkan makin maju dan bisa bersaing di tingkat nasional.
Penulis: Salmon
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Timur Diperketat Pengawasannya
Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pemilik Hajatan di Purwakarta
Guru Silat di Serang Diamankan Warga Diduga Lecehkan Murid di Bawah Umur
Buronan Bandar Narkoba The Doctor Ditangkap di Penang Setelah Bersembunyi Sejak 2024