"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, saya menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas kejadian kehilangan barang yang dialami rombongan wisatawan asal Thailand di kawasan Bromo," kata Gus Haris, Senin (16/2).
Bupati mengingatkan bahwa setiap wisatawan adalah tamu kehormatan yang harus dilindungi. Rasa aman, menurutnya, bukanlah kemewahan melainkan kebutuhan pokok dalam pengalaman berwisata.
"Saya mengajak seluruh masyarakat, pelaku wisata, aparat keamanan, dan seluruh stakeholder untuk memperkuat kebersamaan menjaga keamanan destinasi kita. Pariwisata hanya akan tumbuh jika wisatawan pulang dengan rasa aman, nyaman, dan cerita baik tentang Probolinggo," ungkapnya.
Lebih lanjut, Gus Haris berharap momentum sulit ini dapat dijadikan pelajaran berharga untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
"Kami tidak ingin peristiwa ini menjadi trauma melainkan menjadi momentum untuk berbenah dan memperkuat sistem keamanan wisata di Bromo dan seluruh destinasi unggulan lainnya," imbuhnya.
Kerugian Material dan Upaya Penanganan
Dari sisi materiil, kerugian yang diderita korban tidaklah kecil. Total nilai barang yang hilang dari tujuh koper dan tas tersebut ditaksir mencapai Rp 108.368.200. Barang-barang berharga yang raib antara lain kamera Ricoh GR IV, iPhone 13 Pro, iPad Air 5, uang tunai, serta berbagai perlengkapan pribadi lainnya.
Setelah melaporkan kejadian dan menjalani pemeriksaan hingga larut malam, rombongan wisatawan akhirnya melanjutkan perjalanan mereka ke Surabaya dengan kenangan yang tentu saja tidak menyenangkan. Kasus yang sempat viral di media sosial ini pun menjadi perhatian utama aparat kepolisian setempat.
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menegaskan komitmennya untuk mengungkap kasus ini. Dalam pernyataannya, ia meminta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar proses penyelidikan dapat berjalan lancar.
"Kita utamakan atau atensi kasus pencurian tujuh koper milik rombongan wisatawan asal Thailand di area parkir menuju wisata Gunung Bromo, dan kami mohon doa dan dukungan semua pihak, agar kasus pencurian ini segera kami ungkap," tegas Wahyudin Latif, Selasa (17/2/2026).
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan