Hujan deras yang mengguyur Bekasi selama beberapa hari ini ternyata membawa dampak yang cukup menyedihkan. Di TPU Mangun Jaya, Tambun, suasana duka berbaur dengan genangan air. Banyak makam terendam banjir, Selasa (27/1) lalu.
Air itu datang dari luapan kali di sekitarnya. Kawasan pemakaman yang terletak di dataran rendah itu pun kebanjiran, seperti sudah jadi langganan setiap kali hujan mengguyur dengan intensitas tinggi.
Kalau dilihat, genangannya cukup parah. Jalan setapak yang biasa dilalui untuk berziarah kini hilang tertutup air. Beberapa nisan bahkan hanya terlihat ujungnya saja. Tentu saja, kondisi ini sangat menyulitkan keluarga yang ingin berziarah.
Menurut sejumlah warga, masalah ini bukan hal baru. "Hampir tiap musim hujan begini. Airnya datang, menggenang, baru surut setelah beberapa hari," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini, beberapa titik di area pemakaman masih terendam.
Di sisi lain, harapan warga sebenarnya sederhana. Mereka ingin ada solusi permanen dari pihak berwenang. Banjir yang berulang-ulang di tempat peristirahatan terakhir ini jelas mengganggu dan menambah beban kesedihan. Perlu ada penanganan serius, tidak sekadar reaktif saat air sudah meluap.
Artikel Terkait
Petani Papua Siap Bergabung dalam Program Cetak Sawah, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp5 Triliun
Guru Besar Hukum UI Kritik Gaya Kepemimpinan Prabowo: Presiden Dinilai Abaikan Peran Teknokrat dan Birokrasi Kemlu
Guru Besar UI Kritik Ketidakselarasan Kebijakan Luar Negeri Prabowo dengan Aspirasi Publik
Pemerintah Siapkan Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis dan Dorong Ekonomi Restoratif