Peristiwa yang memicu komentar Trump itu terjadi sehari sebelumnya. Tepatnya Kamis (19/2) waktu setempat, kepolisian mendatangi kediaman Andrew di kawasan Norfolk, Inggris Timur. Di sanalah sang pangeran ditangkap.
Dalam pernyataan resminya, Kepolisian Thames Valley mengonfirmasi penahanan seorang pria berusia 60-an tahun dari Norfolk. Mereka menyelidiki dugaan pelanggaran dalam jabatan publik, terkait masa jabatan Andrew sebagai utusan perdagangan Inggris.
"Pria tersebut berada dalam penahanan kepolisian saat ini," bunyi pernyataan itu.
Mereka dengan tegas menolak menyebut nama tersangka, berpegang pada pedoman nasional. Tapi, dari detail yang beredar usia, lokasi, dan jabatan lama semuanya mengarah pada Andrew Mountbatten-Windsor, nama yang kini digunakannya.
Tak cuma penangkapan, polisi juga melakukan sejumlah penggeledahan terkait kasus ini. Situasinya memang runyam, dan seperti kata Trump, ini tentu jadi pukulan berat bagi wibawa kerajaan.
Artikel Terkait
H-851, Tongkang Tanpa Mesin Terbesar di Dunia, Pertahankan Gelar hingga 2026
Comeback Curry Capai 9.000 Field Goals, Warriors Tetap Tumbang dari Rockets
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta
Trump Kritik NATO dan Sekutu Asia, Sebut Kehadiran Militer AS Sebagai Pengorbanan