Fasilitas Lengkap dan Pendampingan Pasca-Lulus
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama jenjang SD hingga SMA dengan fasilitas yang komprehensif. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, lapangan olahraga, hingga pemenuhan gizi tiga kali sehari dan seragam lengkap diberikan secara cuma-cuma. Bahkan, setiap siswa juga mendapat fasilitas laptop untuk menunjang pembelajaran.
Yang tak kalah penting, program ini tidak berhenti saat siswa meraih ijazah. Kementerian Sosial telah menyiapkan skema pendampingan lanjutan bekerja sama dengan sejumlah instansi.
“Jadi, kalau misalkan sudah lulus SMA, kemudian mereka belum mau melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka (dapat langsung) bekerja supaya meng-graduasi orang tuanya. Kita hanya mengantarkan saja mereka lulus SMA harus sekolah atau kerja,” ujar Agus Jabo.
Kerja sama telah dijalin dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Kementerian Tenaga Kerja, dan BP2MI untuk membuka jalan bagi lulusan, baik yang ingin melanjutkan studi maupun langsung terjun ke dunia kerja.
Dukungan dari Daerah dan Perkembangan Pembangunan
Merespons penjelasan tersebut, Wakil Ketua I DPRD Brebes Iqbal Tanjung menyambut baik rencana kehadiran Sekolah Rakyat di wilayahnya. Ia melihat program ini sebagai peluang besar untuk mengembangkan potensi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Harapan kami dengan adanya Sekolah Rakyat ini, anak-anak yang tidak mampu, dan punya potensi bisa dikembangkan lebih baik. Kita di DPRD konsultasi lebih lanjut terkait program Sekolah Rakyat supaya tidak terjadi miss komunikasi,” ungkap Iqbal Tanjung.
Hingga saat ini, program perintisan Sekolah Rakyat telah menjangkau 166 titik dengan melayani hampir 16.000 siswa. Didukung oleh ribuan guru dan tenaga kependidikan, program ini terus berkembang. Pembangunan gedung permanen sendiri tengah berlangsung di 104 lokasi dan ditargetkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2026.
Artikel Terkait
Wamendagri Apresiasi Capaian Ekonomi Kepri, Soroti Perlu Optimalisasi Belanja Daerah
Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha, Ibadah Pagi yang Sarat Harapan
Pemulihan Pascabencana Sumatra: Sumbar Paling Cepat, Aceh Tamiang Masih Butuh Perhatian Serius
KPK Geledah Rumah Kepala Diskominfo Madiun Terkait Kasus Wali Kota Nonaktif