Senin sore itu, suasana Stasiun Manggarai benar-benar berbeda. Hari pertama puasa Ramadan, dan kerumunan pekerja yang ingin cepat pulang membanjiri area stasiun. Mereka semua punya tujuan yang sama: sampai di rumah sebelum adzan maghrib berkumandang.
Kepadatan sudah terasa sejak lepas pukul lima. Dari atas, terlihat lautan manusia berdesakan di peron. Mereka saling menyusup, bergegas pindah antar peron melalui tangga manual maupun eskalator yang jelas-jelas sudah kelebihan muatan. Suasana panas dan hiruk-pikuk, khas terminal manusia di penghujung hari.
Menurut pantauan di lokasi, titik terpadat ada di peron 10 dan 11 untuk tujuan Bogor, serta peron 3 dan 4 yang melayani rute Bekasi dan Cikarang. Area tunggu penuh sesak, nyaris tak ada celah. Di tengah kerumunan itu, petugas keamanan berjaga, mencoba menjaga agar arus penumpang tetap terkendali dan tertib.
Di sela kerumunan, kami menemui Syamsul, seorang penumpang berusia 58 tahun.
"Saya mau pulang ke Cikarang dari kantor di Jakarta Selatan," ujarnya sambil menenteng tas.
Dia bercerita bahwa jam pulang kerjanya dimajukan selama bulan puasa ini. "Biasanya pulang jam 5, kalau di bulan puasa jam 4," katanya.
Artikel Terkait
Inter Milan Hajar AS Roma 5-2, Posisi Puncak Serie A Makin Kokoh
Polisi Gerebek Sarang Narkoba di OKU Timur, 5 Orang Diamankan
Brimob dan Polres Jaktim Amankan Remaja Ugal-ugalan dan Tangani Pesta Miras di Condet
Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman Saat Pesta Pernikahan Anak di Purwakarta