Yang menjadi perhatian peneliti bukan hanya tingkat desibelnya, tetapi juga karakter suaranya. Suara benturan raket padel yang menghasilkan 'retakan' berfrekuensi tinggi bersifat lebih impulsif. Studi mencatat, dalam permainan padel, pukulan terjadi rata-rata setiap 4 detik, lebih sering daripada tenis yang setiap 6 detik.
Akumulasi suara benturan ini jauh lebih banyak. Dalam periode lima menit permainan tingkat klub, padel menghasilkan rata-rata 88 suara benturan berbeda, sementara tenis hanya 50. Perbedaan ini jelas terdengar oleh telinga dan berpotensi mengganggu.
Lokasi pengukuran juga sangat berpengaruh. Tingkat kebisingan di sisi lapangan tercatat sekitar 12 dB lebih tinggi daripada di ujung yang tertutup kaca, yang berarti kebisingan yang dirasakan bisa lebih dari dua kali lipat.
Imbauan Desain dan Regulasi yang Berlaku
Berdasarkan temuan tersebut, riset ini memberikan saran agar aspek akustik menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan dan desain lapangan padel, khususnya untuk meminimalisasi dampak terhadap lingkungan sekitar yang sensitif terhadap kebisingan.
Di Indonesia, masalah kebisingan ini sebenarnya telah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996. Peraturan tersebut menetapkan baku mutu tingkat kebisingan, di mana untuk kawasan permukiman batas maksimalnya adalah 55 dBA setara dengan suasana kantor yang tenang.
Data dari berbagai sumber, termasuk federasi tenis dan riset akustik independen di Eropa, menunjukkan bahwa kebisingan di lapangan padel seringkali jauh melampaui ambang batas itu, dengan rata-rata mencapai 89-91 dB(A) dan bahkan bisa memuncak hingga 102 dB(A). Angka ini mengonfirmasi bahwa keluhan warga bukan tanpa alasan, dan menuntut solusi yang bijak dari berbagai pihak terkait.
Artikel Terkait
Guru Silat di Serang Diamankan Warga Diduga Lecehkan Murid di Bawah Umur
Buronan Bandar Narkoba The Doctor Ditangkap di Penang Setelah Bersembunyi Sejak 2024
Komisi Yudisial Dorong Sanksi terhadap Hakim Bersifat Final dan Mengikat
Gubernur Kalsel Tegaskan Tidak Ada WFH bagi Aparatur