Studi Akustik Ungkap Kebisingan Padel Lebih Tinggi dan Mengganggu Ketimbang Tenis

- Kamis, 19 Februari 2026 | 17:25 WIB
Studi Akustik Ungkap Kebisingan Padel Lebih Tinggi dan Mengganggu Ketimbang Tenis

MURIANETWORK.COM - Keluhan warga di kawasan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, terkait kebisingan dari lapangan padel ternyata memiliki dasar ilmiah yang kuat. Sebuah penelitian akustik terbaru mengungkap bahwa olahraga padel menghasilkan tingkat kebisingan yang lebih tinggi dibandingkan tenis, dengan karakter suara yang lebih tajam dan intens. Temuan ini menjadi perhatian serius, terutama bagi lapangan yang berdekatan dengan kawasan permukiman.

Studi Membandingkan Kebisingan Padel dan Tenis

Riset yang dirangkum dalam makalah berjudul 'A Summary of the Research Paper: A Noise Assessment of Padel' oleh Martin Higgins dari MW Acoustic Consultants, secara khusus dirancang untuk mengukur dan membandingkan kebisingan dari kedua olahraga raket tersebut. Penelitian ini berusaha mendapatkan bukti objektif dengan mengukur tingkat kebisingan di lapangan terbuka.

Objek studi adalah lapangan padel standar berukuran 10x20 meter yang semi tertutup dengan kaca dan kawat, serta lapangan tenis yang lebih luas dan terbuka. Perbedaan mendasar juga terletak pada peralatan; raket padel yang padat dan bola bertekanan lebih rendah menciptakan dinamika permainan yang berbeda.

Martin Higgins menjelaskan temuan utamanya dalam laporannya.

"Ketika diukur 5 meter dari sisi lapangan (di garis net), permainan padel pada umumnya menghasilkan rata-rata LAeq (tingkat kebisingan rata-rata) dan LAMax (tingkat kebisingan tertinggi), 6 desibel (dB) lebih tinggi daripada tenis, ini akan setara dengan peningkatan yang signifikan," ungkapnya.

"Sebaliknya, ketika diukur 5 meter dari ujung lapangan (garis dasar), tingkat kebisingan untuk padel dan tenis hampir identik," lanjut Higgins.

Karakter Suara yang Lebih Impulsif

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar