Di sisi lain, dari Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait selaku Karo Humas Infohan memberikan penjelasan penting. Menurutnya, kapal induk ini statusnya adalah hibah dari pemerintah Italia. Jadi, anggaran yang disiapkan Indonesia bukan untuk membeli, melainkan untuk memodifikasi kapal tersebut agar siap operasi.
“Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL,” kata Rico, seperti dikutip dari Antara.
Lalu, seperti apa sih sosok kapal induk yang bakal jadi pusat perhatian ini? Ukurannya tak main-main: panjangnya mencapai 180,2 meter. Dengan mesin penggerak super, ia bisa melesat di lautan dengan kecepatan hingga 30 knot atau setara 56 kilometer per jam. Cukup gesit untuk ukuran kapal sebesar itu.
Soal persenjataan, Garibaldi juga bukan kapal sembarangan. Ia dibekali berbagai sistem pertahanan canggih. Mulai dari radar jamming, peluncur rudal antipesawat Sea Sparrow, meriam kembar Oto Melara, hingga tabung torpedo. Intinya, kapal pengangkut pesawat tempur ini dirancang untuk jadi kekuatan yang disegani di tengah laut.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Turunkan Baliho Kontroversial Aku Harus Mati Usai Protes Warga
Analis OJK Soroti Biaya Perang Global dan Dampak Fiskal ke Indonesia
Konflik AS-Israel vs Iran Meluas, Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur di Beberapa Negara
Trump Beri Batas Waktu ke Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Serangan Jika Diabaikan