Trump Beri Batas Waktu ke Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Serangan Jika Diabaikan

- Senin, 06 April 2026 | 07:15 WIB
Trump Beri Batas Waktu ke Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Serangan Jika Diabaikan

Trump Beri Ultimatum ke Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan

Donald Trump memberi peringatan keras kepada Iran. Presiden Amerika Serikat itu menetapkan batas waktu: Selat Hormuz harus dibuka kembali sebelum Selasa malam, pukul 20.00 waktu Timur AS. Kalau dihitung untuk WIB, tenggat waktunya adalah Rabu pagi pukul 07.00.

Kalau jalur pelayaran vital itu tetap ditutup? Trump bilang, eskalasi militer bakal terjadi. Ancaman ini sekaligus mempertajam retorikanya belakangan soal konflik dengan Teheran. Di satu sisi, dia seolah masih ngotot dengan jalur diplomasi jangka pendek. Tapi di sisi lain, ancaman serangan besar terbuka lebar kalau perundingan buntu.

Menurut Trey Yingst, kepala koresponden luar negeri Fox News, Trump sebenarnya tampak optimis bahwa kesepakatan bisa dicapai secepatnya, bahkan mungkin pada Selasa ini.

Namun begitu, peringatannya tidak main-main. Trump menyebut, jika Iran lamban bergerak, dia siap mengambil tindakan agresif. Bahkan, dia secara gamblang menyebut opsi untuk "meledakkan semuanya dan mengambil alih minyak Iran."

Dalam percakapan dengan Fox News itu, Trump juga mengungkap hal lain. Katanya, AS sudah mengirimkan senjata kepada para demonstran di Iran awal tahun ini lewat saluran Kurdi.

Yingst menambahkan, para negosiator Iran saat ini konon telah diberikan amnesti terbatas. Tapi semua itu seperti tak berarti setelah unggahan Trump di media sosialnya, Truth Social, pada Minggu. Dia menulis, AS akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika Selat Hormuz tak dibuka.

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya terbungkus dalam satu hari, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!” tulisnya.

Unggahan itu merujuk pada selat yang sebagian besar ditutup sejak serangan AS dan Israel lebih dari sebulan silam. Dia menutup ancamannya dengan kalimat mendesak agar Teheran membuka selat, atau hadapi konsekuensi berat. Paragraf terakhir diakhiri dengan “Segala puji bagi Allah.”

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar