Jakarta Angkanya hampir sempurna, nyaris 100 persen. Survei terbaru dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berada di level yang sangat tinggi. Tapi, di balik angka yang fantastis itu, para pengamat justru menyimpan sejumlah kekhawatiran.
Survei yang digelar pada akhir Januari hingga awal Februari 2026 itu melibatkan 800 responden dengan margin error sekitar 3,5%. Hasilnya, 95,5% warga Jawa Barat mengaku puas dengan kinerja sang gubernur. Rinciannya, 35,8% merasa sangat puas dan 59,7% cukup puas. Yang kurang puas? Hanya 4% saja.
Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator, mengakui angka ini luar biasa. Menurutnya, tingkat kepuasan ini bahkan meningkat tipis dibanding tahun lalu yang sebesar 94,7%.
"Biasanya dalam setahun pemerintahan, ada dinamika. Tapi Dedi Mulyadi bisa mempertahankan, bahkan meningkatkan angka kepuasannya," ujar Burhanuddin.
Dia menjelaskan, approval rating yang tinggi seperti ini penting bagi seorang pemimpin untuk menjalankan programnya. Namun begitu, ada sisi lain yang perlu diwaspadai.
"Kebalikannya, kalau approval terlalu tinggi juga bisa menimbulkan kultus. Imbasnya, nalar kritis jadi kurang. Akibatnya kita tidak bisa menilai secara kritis kebijakan-kebijakan yang sebenarnya bisa dipersoalkan,"
katanya dalam konferensi pers, Senin (16/2/2026).
Artikel Terkait
Apindo Desak Pemerintah Beri Stimulus Terarah untuk Industri Padat Karya Antisipasi Dampak Perang
Polisi Bekasi Ringkus Tiga Pelaku Penyiaram Air Keras Berencana
Kolaborasi ITB dan IIDI Pasok Air Bersih untuk 1.000 Jiwa di Agam Pascabanjir
Macan Tutul Terjerat Perangkap Babi di Puncak, Dievakuasi ke Taman Safari