BGN Tutup Sementara Dapur Gizi di Polman Usai Puluhan Siswa SD Alami Gejala Keracunan

- Senin, 16 Februari 2026 | 06:15 WIB
BGN Tutup Sementara Dapur Gizi di Polman Usai Puluhan Siswa SD Alami Gejala Keracunan

Menurut penjelasan Jaelani, status penutupan sementara akan terus berlaku. Pihaknya masih menanti hasil analisis mendalam dari Dinas Kesehatan terhadap sampel makanan yang didistribusikan. "Pihaknya kini masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang dibagikan ke siswa," ungkapnya.

Selain menunggu kepastian keamanan pangan dari laboratorium, Jaelani menyebut ada persyaratan administratif yang harus dipenuhi pengelola SPPG. Dua dokumen krusial yang wajib dilengkapi adalah Sertifikat Laik Sehat (SLS) dan sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Pemenuhan syarat ini dinilai penting untuk menjamin standar keamanan dan kelayakan konsumsi makanan yang disajikan.

Kronologi Kejadian yang Memicu Penutupan

Langkah tegas BGN ini berawal dari sebuah insiden yang terjadi pada Sabtu (14/2) pagi. Sebanyak 16 siswa SDN 010 Paku dilaporkan mengalami mual dan muntah tak lama setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Menu yang dikonsumsi saat itu adalah bubur kacang hijau dan susu yang dikemas dalam wadah ompreng. Kejadian ini langsung mendapat perhatian serius dari otoritas terkait, yang kemudian bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan mengambil sampel untuk penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar