MURIANETWORK.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tetap mengutamakan jalur diplomasi meski berada dalam posisi siaga penuh untuk menghadapi potensi konflik. Pernyataan tegas ini disampaikan di hadapan Kongres Nasional Kebijakan Luar Negeri Republik Islam di Teheran, Minggu (8/2), di tengah memanasnya ketegangan dengan Amerika Serikat pasca pembicaraan nuklir tidak langsung di Oman.
Diplomasi dan Kesiapan Tempur Berjalan Beriringan
Dalam pidatonya di ibu kota Iran itu, Araghchi menyampaikan filosofi pertahanan negaranya dengan nada yang lugas namun berhati-hati. Ia menolak citra Iran sebagai pencari konflik, tetapi justru menggambarkan kesiapan tempur sebagai sebuah strategi pencegahan.
"Kita adalah bangsa yang berdiplomasi, kita juga bangsa yang siap berperang; bukan dalam arti kita mencari perang, tetapi... kita siap berperang agar tidak ada yang berani melawan kita," ujarnya.
Pernyataan tersebut, yang disambut oleh para peserta kongres, secara jelas memetakan pendekatan dua sisi Teheran dalam menghadapi tekanan internasional, khususnya dari Washington.
Artikel Terkait
Menkominfo Tegaskan Perjanjian Data dengan AS Tidak Serahkan Data Warga
Indonesia Peringkat Kedua Dunia Kasus Campak, DPR Desak Kemenkes Siaga Penuh
Menteri Ghana Ungkap 55 Warga Negara Tewas di Ukraina Akibat Rekrutmen Ilegal Rusia
GAPKI Serukan Diplomasi Perdagangan Kuat Antisipasi Hambatan Ekspor