GAPKI Serukan Diplomasi Perdagangan Kuat Antisipasi Hambatan Ekspor

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:15 WIB
GAPKI Serukan Diplomasi Perdagangan Kuat Antisipasi Hambatan Ekspor

Jakarta - Di tengah dinamika perdagangan global yang makin kompleks, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyerukan pentingnya diplomasi yang lebih kuat. Tujuannya jelas: mengantisipasi berbagai hambatan, baik tarif maupun non-tarif, yang berpotensi menghadang di pasar internasional.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, dalam sebuah acara di Jakarta, Jumat malam lalu.

"Diplomasi perdagangan harus semakin kuat," tegas Eddy. Menurutnya, langkah ini krusial untuk menjawab tantangan yang ada.

Eddy juga menambahkan, kerja sama dalam berbagai bentuk baik bilateral maupun non-bilateral antara negara dan juga antar pelaku usaha, harus terus jadi prioritas. GAPKI sendiri tak hanya bicara. Mereka sudah mengikat sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) dengan asosiasi di negara-negara importir yang sangat bergantung pada minyak sawit Indonesia.

Di sisi lain, upaya diplomasi ekonomi yang digalang pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata. Baru-baru ini, lewat kesepakatan dagang resiprokal dengan Amerika Serikat, sebanyak 173 pos tarif untuk 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia dibebaskan dari bea masuk. Tarifnya jadi nol persen.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar