Kedatangan gelombang ketiga ini merupakan bagian dari operasi repatriasi berkelanjutan. Sebelumnya, pemerintah telah memulangkan 36 WNI pada gelombang pertama tanggal 30 Januari 2026, disusul 31 orang pada keesokan harinya. Seorang warga negara lainnya juga telah tiba lebih dulu pada Rabu, 4 Februari 2026. Setiap penerbangan yang membawa mereka pulang merefleksikan upaya diplomatik dan logistik yang dijalankan tanpa henti di lapangan.
Imbauan Tegas untuk Mencegah Korban Baru
Di tengah upaya evakuasi, Kementerian Luar Negeri tidak henti-hentinya mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Pemerintah mengimbau seluruh WNI, terutama calon pekerja migran, untuk selalu mengikuti prosedur resmi dan mematuhi peraturan yang berlaku, baik di Indonesia maupun di negara tujuan.
“Kepatuhan terhadap prosedur resmi sangat penting untuk menghindari risiko penipuan, eksploitasi, hingga permasalahan hukum yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga di tanah air,” tegas pihak Kemlu RI dalam pernyataannya.
Peringatan ini disampaikan berdasarkan pengalaman langsung menangani kasus-kasus yang kompleks, di mana ketidakpatuhan pada jalur resmi sering menjadi pintu masuk bagi praktik eksploitatif.
Komitmen Pemantauan dan Koordinasi
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi di Kamboja secara saksama. Fokus utama adalah memastikan proses pemulangan seluruh WNI yang membutuhkan dapat berjalan dengan prinsip keamanan, kecepatan, dan koordinasi yang solid. Upaya di lapangan akan terus dievaluasi untuk merespons dinamika yang ada, dengan keselamatan warga negara sebagai prioritas tertinggi.
Artikel Terkait
Pantai Sawarna Ramai Pengunjung Libur Lebaran, Ombak Besar Jadi Peringatan
H+3 Lebaran, Jalan Menuju Ragunan Macet Parah Akibat Lonjakan Pengunjung
H+3 Lebaran, Ragunan Macet Total Dipadati Ratusan Ribu Pengunjung
Pemerhati Polri Soroti 600 Pengaduan dan Desak Pengawasan Modern