H 3 Lebaran, suasana di kawasan Taman Margasatwa Ragunan benar-benar berbeda dari hari biasa. Jalan Harsono RM, jalur utama menuju pintu masuk, sudah dipenuhi lautan kendaraan sejak pagi. Lalu lintas macet total.
Pantauan di lokasi sekitar pukul setengah sebelas pagi menunjukkan, kemacetan mulai terasa begitu kendaraan masuk ke jalan itu. Penyebabnya jelas: volume kendaraan yang membawa warga berwisata melonjak drastis. Rupanya, Ragunan masih jadi primadona destinasi keluarga di hari libur.
Di sepanjang bahu jalan, pemandangan lain turut menyita perhatian. Pedagang musiman berjejer rapi, memanfaatkan momen ramai ini. Mereka menawarkan tikar dengan harga sepuluh ribu rupiah. Tak ketinggalan, penjual air minum juga ramai menawarkan dagangannya empat botol air mineral dibanderol dengan harga yang sama, sepuluh ribu.
Nah, aktivitas belanja inilah yang ternyata ikut memperparah kemacetan. Banyak pengendara yang memutuskan menepi untuk membeli perlengkapan, membuat arus kendaraan semakin tersendat.
Semakin mendekati gerbang utama Ragunan, kepadatan kian menjadi. Ragam kendaraan memadati jalan; mulai dari mobil pribadi, pikap dengan terpal di atapnya, hingga angkot yang disewa khusus untuk rombongan besar. Semuanya berjuang merangsek masuk.
Sementara itu, kondisi di dalam ternyata tak kalah padat. Area parkir, baik untuk motor maupun mobil, sudah tak menyisakan ruang kosong. Pengunjung yang datang jelas didominasi keluarga. Mereka terlihat membawa bekal lengkap: tas besar, termos, dan tentu saja tikar untuk bersantai di bawah pepohonan.
Menanggapi antusiasme ini, pihak pengelola sebenarnya sudah memprediksi lonjakan pengunjung. Taman Margasatwa Ragunan menargetkan angka 400 ribu kunjungan selama periode libur Lebaran tahun 2026 ini.
Wahyudi Bambang, Kepala Humas Ragunan, menjelaskan logistik di balik angka itu. Meski periode libur tahun ini lebih singkat, gelombang pengunjung diperkirakan tetap besar.
"Tahun ini kita hanya delapan hari libur. Kita hitung rata-rata per hari 50 ribu, jadi total sekitar 400 ribu pengunjung selama libur Lebaran,"
Ucap Wahyudi di lokasi, sehari sebelum kemacetan parah ini terjadi. Prediksinya ternyata akurat. Ragunan sekali lagi menjadi magnet wisata yang tak terbendung, meski konsekuensinya adalah kemacetan panjang di sekelilingnya.
Artikel Terkait
Ibas Nilai BSPS dan Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Desa
Sopir Taksi Online Bekasi Mengaku Mobil Mendadak Mati dan Pintu Terkunci saat Terjebak di Perlintasan Rel
Polisi Tolak Suap Rp100 Ribu Saat Tilang Pengemudi Pelat Palsu di Puncak Bogor
Polri Dalami Bukti Digital Laporan Jusuf Kalla soal Dugaan Hoaks