Macet lagi! Itulah pemandangan yang menyambut siapa pun yang mencoba mendekati Taman Margasatwa Ragunan pada H 3 Lebaran. Jalan Harsono RM, arteri utama menuju pintu masuk kebun binatang itu, berubah menjadi lautan logam yang bergerak lambat.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB menunjukkan, kemacetan sudah mulai terasa begitu kendaraan membelok ke jalan tersebut. Rupanya, libur panjang meski lebih singkat tahun ini tetap memicu gelombang warga yang ingin rekreasi. Volume kendaraan dari mobil pribadi, pikap bertarpaul, sampai angkot yang disewa rombongan membludak dan membuat arus tersendat.
Di sisi lain, suasana di pinggir jalan tak kalah ramai. Berjejer pedagang musiman yang memanfaatkan momen. Ada yang menawarkan tikar seharga sepuluh ribuan, ada pula yang berteriak menawarkan air minum kemasan, “empat botol cuma sepuluh ribu!”. Sayangnya, aksi sejumlah pengendara yang memutuskan berhenti untuk belanja turut andil memperparah kemacetan yang sudah ada.
Semakin mendekati gerbang Ragunan, kepadatan kian menjadi. Kendaraan merayap pelan, sementara di dalam, area parkir untuk motor dan mobil sudah terpantau penuh sejak tadi. Pengunjung yang datang kebanyakan keluarga. Tampak mereka membawa bekal piknik lengkap: tas besar, termos, dan tentu saja tikar untuk alas duduk.
Menanggapi antusiasme ini, pihak pengelola sudah memprediksi bakal ada lonjakan pengunjung. Ragunan sendiri menargetkan angka 400 ribu orang selama periode libur Lebaran tahun ini.
Wahyudi Bambang, Kepala Humas Ragunan, menjelaskan logika di balik target itu.
“Tahun ini kita hanya delapan hari libur. Kita hitung rata-rata per hari 50 ribu, jadi total sekitar 400 ribu pengunjung selama libur Lebaran,” ujarnya.
Memang, jumlah hari liburnya lebih sedikit ketimbang tahun sebelumnya. Namun begitu, Wahyudi memperkirakan kepadatan pengunjung tetap akan tinggi. Target 400 ribu itu pun dihitung dari estimasi 50 ribu pengunjung per harinya. Tampaknya, tradisi berlibur ke Ragunan di hari raya tetap tak tergantikan bagi banyak warga Jakarta dan sekitarnya.
Artikel Terkait
Ibas Nilai BSPS dan Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Desa
Sopir Taksi Online Bekasi Mengaku Mobil Mendadak Mati dan Pintu Terkunci saat Terjebak di Perlintasan Rel
Polisi Tolak Suap Rp100 Ribu Saat Tilang Pengemudi Pelat Palsu di Puncak Bogor
Polri Dalami Bukti Digital Laporan Jusuf Kalla soal Dugaan Hoaks