Tangis haru dan duka menyambut kedatangan Purwanto di Karanggede, Boyolali. Dia baru saja turun dari mobil setelah perjalanan jauh dari Kalimantan, tempatnya merantau membuka usaha kedai sate. Isak tangis keluarga yang sudah menunggu pecah begitu dia tiba. Suasana pilu langsung menyergap.
Kehadirannya di rumah duka itu sekitar pukul 11.45 WIB, Jumat siang. Purwanto tidak sendirian. Beberapa orang, termasuk kakak perempuannya dan seorang sahabat dekat, turut mendampingi dalam momen berat ini. Mereka semua tampak hancur.
“Selain Purwanto, ada juga kakak perempuannya dan seorang teman dekatnya,” jelas Ngatirin, kakak dari sang istri, Daryanti.
Artikel Terkait
Jembatan Tua Ambruk, Empat Desa di Pandeglang Terisolasi
Red Notice Interpol Terbit, Ruang Gerak Tersangka Korupsi Minyak Riza Chalid Dikepung
Jembatan Harapan di Desa Belimbing: Polri dan Warga Bahu-Membahu Akhiri Isolasi
Janji Haji Rp 1,2 Miliar Berujung Pembunuhan di Gumuk Pasir