Tangis haru dan duka menyambut kedatangan Purwanto di Karanggede, Boyolali. Dia baru saja turun dari mobil setelah perjalanan jauh dari Kalimantan, tempatnya merantau membuka usaha kedai sate. Isak tangis keluarga yang sudah menunggu pecah begitu dia tiba. Suasana pilu langsung menyergap.
Kehadirannya di rumah duka itu sekitar pukul 11.45 WIB, Jumat siang. Purwanto tidak sendirian. Beberapa orang, termasuk kakak perempuannya dan seorang sahabat dekat, turut mendampingi dalam momen berat ini. Mereka semua tampak hancur.
“Selain Purwanto, ada juga kakak perempuannya dan seorang teman dekatnya,” jelas Ngatirin, kakak dari sang istri, Daryanti.
Artikel Terkait
Gema Takbir Akbar Nasional di Istiqlal Sambung ke Masjid MABIMS dan IKN
Umat Islam Serentak Gelar Salat Idul Fitri, Ini Bacaan Niat dan Tata Caranya
MUI Anjurkan Makan Sebelum Salat Idul Fitri, Ini Dalil dan Amalan Sunah Lainnya
Gedung Putih Klaim Militer AS Siap Kuasai Pulau Kharg Kapan Saja