Respon masyarakat? Sangat positif. Zein, seorang warga Rawang Air Putih yang berusia 48 tahun, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
Bagi Zein dan tetangganya, jembatan itu adalah urat nadi. Ia menghubungkan mereka ke kebun, ke sekolah anak-anak, dan ke pusat kegiatan ekonomi. Perbaikan ini, meski terlihat sederhana, dampaknya langsung dirasakan.
Di Kampung Buatan I, cerita serupa terdengar. Firdaus (39) juga menyampaikan apresiasi yang sama. Baginya, yang paling berkesan justru kehadiran langsung anggota polisi di tengah komunitas mereka.
Jadi, di balik deru mesin dan denting palu, ada sesuatu yang lebih dari sekadar perbaikan infrastruktur. Ada upaya membangun kepercayaan. Program 'Jembatan Merah Putih Presisi' ini, setidaknya untuk warga dua desa di Siak, telah berhasil menyambung lebih dari sekadar dua sisi jalan. Ia menyambung kembali hubungan antara penegak hukum dan masyarakat yang dilayaninya.
Artikel Terkait
Polisi Gunung Putri Bantu Warga Buka Pintu Mobil yang Terkunci Otomatis
Jusuf Kalla dan Guru Besar Bahas Ancaman Defisit Anggaran Daerah
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan dan Kembali ke Dialog di Timur Tengah
NTT Data Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Adopsi Perusahaan