"Kita perlu terus menganalisis situasi keamanan dan mengambil tindakan yang tepat," ujar Belousov, seperti dikutip dalam laporan tersebut.
Dari sisi China, Dong Jun menyatakan kesiapan Beijing untuk berkolaborasi lebih erat dengan Moskow. Kerja sama itu ditujukan untuk menghadapi berbagai "risiko dan tantangan" yang sedang mereka hadapi bersama.
Ini bukan hal yang mengejutkan, sebenarnya. Rusia dan China selama ini memang punya kemitraan yang kuat, mencakup urusan keamanan hingga perdagangan. Di tengah peta geopolitik yang rumit, Iran hadir sebagai sekutu penting bagi kedua negara raksasa yang punya kemampuan nuklir itu. Jadi, ketika Teheran terancam, wajar jika Moskow dan Beijing ikut siaga. Mereka punya kepentingan yang tak kecil di sana.
Artikel Terkait
Kotak Hitam ATR 42-500 Berhasil Dibuka, Rekaman 2 Jam di Kokpit Terungkap
Gerindra Tuding Birokrasi Lamban Jadi Biang Kerok Krisis Air di Padang
Drama Kelarga di Mataram: Anak Tewaskan Ibu Gara-Gara Tak Diberi Uang
Saksi Pajak GoTo Diperiksa, Transaksi Saham Google Rp 1,4 Triliun Jadi Sorotan