Goncangan harga di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara akhirnya mulai reda. Data pekan ketiga Januari 2026 menunjukkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di tiga provinsi itu turun signifikan. Padahal, sebelumnya sempat melonjak tajam gara-gara distribusi barang, terutama pangan, yang kacau balau pascabencana.
Menurut Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, penurunan ini buah dari kerja sama pemerintah pusat dan daerah. Mereka berhasil menjaga pasokan dan mendorong distribusi kebutuhan pokok agar lebih cepat sampai ke lokasi bencana.
“Daerah-daerah yang terdampak tadinya mengalami inflasi tinggi-tinggi (termasuk 5 daerah tertinggi). Dengan kerja keras yang luar biasa dari pemerintah terutama pemerintah pusat seperti Bulog dan Badan Pangan ditambah dengan pemerintah daerah masing-masing. Itu bisa kemudian mengatasi inflasi yang terjadi di daerah bencana,”
ujar Tito dalam rapat koordinasi di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Selasa (27/1). Rapat itu sendiri digelar untuk membahas pengendalian inflasi sekaligus mengevaluasi program perumahan.
Memang, kondisi Desember lalu cukup suram. Akses jalan dan jembatan putus, sejumlah pasar rusak. Akibatnya, distribusi barang tersendat dan harga-harga meroket. Tapi situasi itu rupanya memicu respons yang cepat.
Pemerintah lalu membuka berbagai jalur logistik, darat dan udara. Upaya itu ternyata cukup efektif.
“Pemerintah, terutama Bulog, melakukan langkah yang sangat luar biasa. Pengiriman suplai minyak goreng dan beras didorong ke daerah-daerah yang sulit bahkan melalui udara, melalui heli, melalui Hercules,”
Artikel Terkait
BMKG: Hujan Lebat Masih akan Guyur Jawa hingga Awal Februari
Jaspel Nakes Banten Menguap, DPRD Buka Suara
Kembali Berulah, Korut Lepaskan Rudal Jelang Kunjungan Diplomatik
Video Macan Pincang Ungkap Jaringan Perburuan Liar di Sanggabuana