jelas Tito. Ia menambahkan, keberadaan bandara seperti Rembele di Bener Meriah dan bandara di wilayah Nias juga mempercepat pengiriman bantuan.
Data BPS pun membuktikan perbaikan itu. Di Januari 2026, mayoritas kabupaten/kota sudah mencatat penurunan harga. Hanya tersisa beberapa wilayah yang IPH-nya masih naik, seperti Bener Meriah dan Kota Langsa di Aceh, Nias Selatan di Sumut, serta Tanah Datar dan Pasaman di Sumbar.
Di sisi lain, kabar baik juga datang dari sektor infrastruktur. Seluruh jalan nasional di ketiga provinsi kini sudah bisa dilalui lagi. Normalnya arus distribusi ini jelas jadi angin segar.
Aktivitas pasar pun perlahan pulih. Di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, semua pasar sudah beroperasi penuh. Sementara di Aceh, 73 dari total 112 pasar telah kembali beraktivitas.
“Ini adalah kerja keras yang luar biasa untuk melakukan memenuhi supply di tengah kesulitan. Putus jalan segala macam. Dropping-dropping udara itu. Ditambah lagi pembukaan jalan oleh PU, Danantara, pemerintah daerah itu semua memberikan dampak. Sehingga akhirnya angka-angka ini menjadi petunjuk atas kerja keras itu,”
pungkas Tito. Ia menegaskan, capaian ini hasil kolaborasi lintas kementerian dan dukungan penuh pemerintah daerah.
Harapannya jelas: stabilitas harga bisa terus terjaga. Apalagi seiring dengan pemulihan infrastruktur dan bangkitnya kembali aktivitas ekonomi warga.
Artikel Terkait
BMKG: Hujan Lebat Masih akan Guyur Jawa hingga Awal Februari
Jaspel Nakes Banten Menguap, DPRD Buka Suara
Kembali Berulah, Korut Lepaskan Rudal Jelang Kunjungan Diplomatik
Video Macan Pincang Ungkap Jaringan Perburuan Liar di Sanggabuana