Kobaran Api di Chili Tewaskan 15 Jiwa, Presiden Boric Tetapkan Status Darurat

- Senin, 19 Januari 2026 | 08:36 WIB
Kobaran Api di Chili Tewaskan 15 Jiwa, Presiden Boric Tetapkan Status Darurat

Kobaran Api Landa Chili, 15 Nyawa Melayang

Kebakaran hutan kembali melanda Chili. Kali ini, wilayah Nuble dan Biobio yang jadi sasaran amukan api. Sudah dua hari ini, kobaran jingga itu berkobar, dan korban jiwa terus berjatuhan. Menteri Keamanan Luis Cordero mengkonfirmasi, setidaknya 15 orang telah meninggal dunia.

Menurut sejumlah saksi, situasinya benar-benar mencekam. Cuaca panas ekstrem ditambah angin kencang membuat api menyebar dengan cepat. Para petugas pemadam kebakaran pun harus berjuang mati-matian untuk mengendalikan titik-titik api yang terus menjalar.

Merespons situasi genting ini, Presiden Gabriel Boric langsung mengambil langkah tegas. Dia telah mengumumkan status keadaan darurat di wilayah terdampak.

"Semua sumber daya tersedia,"

tegas Boric dalam pernyataannya.

Dengan status itu, angkatan bersenjata akan turun tangan membantu upaya pemadaman. Ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi.

Di sisi lain, proses evakuasi warga terus digenjot. Alicia Cebrian, direktur Layanan Nasional untuk Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, menyebut sebagian besar pengungsian terkonsentrasi di kota-kota Biobio, Penco, dan Lirquen. Ketiga kota itu dihuni sekitar 60.000 orang. Mereka terpaksa meninggalkan rumah demi keselamatan.

Gambaran dahsyatnya bencana ini terlihat jelas dari siaran televisi lokal. Layar dipenuhi gambar api membakar habis pemukiman. Mobil-mobil hangus teronggok di jalanan, jadi saksi bisu keganasan si jago merah.

Ini bukan kali pertama Chili berduka. Wilayah selatan-tengah negara itu memang kerap jadi langganan kebakaran hutan parah dalam beberapa tahun belakangan. Ingatan masih segar tentang tragedi Februari 2024 lalu, di dekat Vina del Mar. Saat itu, serangkaian kebakaran hampir bersamaan menewaskan 138 orang dan mengusir 16.000 warga dari tempat tinggal mereka.

Kini, sejarah kelam itu seolah terulang. Semoga upaya gabungan pemerintah dan para relawan bisa segera meredakan bencana ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar