Setahun setelah Presiden Donald Trump mengumumkan niatnya, Amerika Serikat akhirnya benar-benar hengkang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan monumental ini mengakhiri hubungan yang sudah berjalan hampir delapan dekade.
Proses resminya dimulai di hari pertama masa jabatan Trump di tahun 2025, lewat sebuah perintah eksekutif dan pemberitahuan ke badan PBB itu. Dan sesuai aturan yang berlaku, butuh waktu satu tahun penuh sebelum keputusan itu benar-benar berlaku.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut sejumlah alasan klasik. Penanganan pandemi COVID-19 yang dinilainya buruk jadi salah satu poin utama. Dia juga mengeluhkan soal "pembayaran yang tidak adil dan memberatkan" serta krisis kesehatan global lainnya.
"Hari ini, Amerika Serikat telah menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan membebaskan diri dari berbagai pembatasan yang ada,"
begitu bunyi pernyataan bersama yang dikeluarkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr., Kamis lalu.
Masalah Utang yang Belum Kelar
Tapi, jalan keluarnya ternyata tak semulus yang dibayangkan. Masih ada sejumlah urusan yang menggantung, bahkan setelah keputusan final ini.
Yang paling mencolok adalah soal uang. WHO menyebut AS masih punya tunggakan iuran anggota lebih dari 130 juta dolar AS. Namun, besaran pastinya dan status pembayarannya masih jadi bahan perdebatan sengit antara Washington dan Jenewa. Saling lempar tanggung jawab, pokoknya.
Seorang juru bicara WHO bilang, negara-negara anggota rencananya bakal bahas kepergian AS ini dalam rapat dewan eksekutif bulan Februari nanti. Mencari solusi, atau mungkin sekadar meratapi kehilangan kontributor terbesarnya.
Artikel Terkait
Korlantas Resmikan Command Center Canggih untuk Pantau Mudik 2026
Pemprov Babel Siapkan Posko Terpadu Antisipasi Lonjakan Mudik 2026
Dua Orang Terluka dalam Penembakan di Kampus Universitas Old Dominion
Usaha Rumahan di Dabo Singkep Produksi 500 Kg Kue Kering Sambut Lebaran